Dayung dan Lari Trail Berpotensi Tidak Dilombakan di Porprov Sulteng

oleh -80 Dilihat
oleh
Sekretaris Umum KONI Sulteng, Andi Nur Lamakarate. (Foto KONI Sulteng untuk Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Jika tiada aral melintang, meeting chief de mission (CDM) atau rapat pimpinan kontingen / delegasi, pekan olahraga provinsi (Provinsi) Sulawesi Tengah (Sulteng) ke-X tahun 2026 di Morowali akan dihelat 4-7 Mei 2026.

Pelaksanaan CDM 1 yang sudah di depan mata, ternyata masih menyisakan banyak masalah.
Dari 27 cabang olahraga (cabor) dengan 31 disiplin yang akan dipertandingkan dan dilombakan di Porprov Sulteng ke-X

Tahun 2026 masih ada 2 cabor yang bermasalah, yakni dayung dang lari trail yang administrasinya belum klir.

Sumber Luwuk Times menjelaskan, jika surat keputusan (SK) pengurus cabor mati, otomatis cabor tersebut dianggap tidak sah dan tidak memenuhi syarat untuk ikut pertandingan dan perlombaan Porprov.

Dampak dicoretnya cabor pada ivent sebesar Porprov tentu akan sangat merugikan atlet dan daerah.

Daerah rugi karena telah mengeluarkan dana untuk pembinaan dan penyiapan fasilitas.

Sementara atlet tidak mendapat kesempatan menakar kemampuan dan merasakan sensasi pertandingan akbar dan paling bergengsi di Sulteng.

Fakta yang ada, cabor dayung dan lari trail administrasinya masih bermasalah dan belum klir.

Hal itu membuat kedua cabor itu berpotensi tidak dipertandingkan di Porprov Sulteng.

Wajar jadinya, bila atlet dayung dan lari trail yang dibina KONI kabupaten/kota di Sulteng jadi resah dan harap-harap cemas.

Nasib mereka kini bergantung pada KONI daerah mereka. Apakah mampu memperjuangkan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) dan Asosiasi Lari Trail Indonesia(ALTI) dapat tampil di Porprov Morowali November nanti atau jadi mereka jadi penonton.

Wakil Sekretaris KONI Sulteng Mohamad Warsita yang diminta tanggapan terkait cabor dayung dan lari trail yang administrasinya masih bermasalah hingga berpotensi tidak ikut Porprov?

Warsita tidak menampik permasalahan itu.
Soal apakah PODSI dan ALTI bisa ikut atau tidak akan dibahas pada CDM 1 nanti.

Kalau pun ada pembatalan tentu akan dilakukan lewat kajian dan akan diputuskan oleh panitia pengawas dan pengarah (Panwasrah).

Masih menurut Warsita, CDM 1 tanggal 5-7 materi pembahasan akan fokus pada soal regulasi Porprov, bimbingan teknis (bimtek), peninjauan venue dan launching logo dan maskot Porprov Sulteng ke-X.

Menjawab pertanyaan Luwuk Times Hendy Sagala, ketua Panwasrah Porprov Sulteng ke-X menjelaskan, terkait dua cabang olahraga (dayung dan lari trail).

Sejatinya sudah dibahas saat Pra CDM di Palu beberapa waktu lalu.

Intinya, jika sampai bulan Mei 2026 perbaikan administrasi yang diminta panitia besar Porprov Sulteng tidak dipenuhi maka akan ada putusan dalam rapat CDM 1 tidak ikut Porprov.

“Sebaliknya kalau administrasinya terpenuhi PODSI dan ALTI berhak ikut Porprov,” tegas Hendy yang akrab disapa Awa.

Meeting chief de mission (CDM 1) nantinya akan mempertemukan 13 pemimpin delegasi komite olahraga nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota se Sulawesi Tengah dengan 31 pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Porprov Sulteng ke-X November 2026.

Sekretaris umum (Sekum) KONI Sulteng, Andi Nur Lamakarate (Anca) kepada Luwuk Times 29/4/26 mengatakan, tanggal 4-7 Mei 2026, KONI Sulteng akan melaksanakan meeting CDM 1 di Morowali.

Agenda pokok yang hendak dibahas dan dibedah secara komprehensif diantaranya soal mutasi atlet, soal pedoman pelaksanaan Porprov Sulteng X serta technical handbook (THB) 31 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan dilombakan.

Andi Nur Lamakarate memprediksi, meeting CDM 1 tanggal 4-7 Mei di Morowali akan berlangsung dinamis dan lancar.

Optimisme Anca disandarkan pada hasil pelaksanaan Pra CDM pertengahan April 2026 di Palu.

“Semua agenda kegiatan CDM 1 sudah dibahas di Pra CDM. In Syah Allah pelaksanaan CDM 1 akan lancar, tanpa kendala dan tinggal pengesahan saja,” terang Sekum KONI Sulteng.

“Kegiatan lain di CDM 1 yang nantinya bakal banyak menyita perhatian publik adalah launching (peresmian) maskot Porprov Sulteng ke-X,” tegas Anca. *

Setiyo Utomo

No More Posts Available.

No more pages to load.