GI dan SUTT 150 kV Kolonedale–Bungku Resmi Dioperasikan

oleh -13 Dilihat
oleh
GI dan SUTT 150 kV Kolonedale–Bungku resmi dioperasikan. (Foto Istimewa)

 Akses Energi Andal

Sementara itu, General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menyatakan, proses energize GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku merupakan bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan akses energi andal dan terjangkau pada seluruh wilayah Sulawesi. Termasuk daerah-daerah yang sebelumnya masih tergolong tertinggal dalam infrastruktur listrik.

“GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku menjadi bagian dari transformasi sistem kelistrikan Morowali. Dengan menggantikan PLTD dan menghubungkan sistem isolated Bungku ke sistem interkoneksi Sulbagsel, keandalan dan efisiensi pasokan listrik meningkat signifikan,” jelas Wisnu.

Proyek ini melibatkan pembangunan jaringan transmisi sepanjang 162,5 kilometer sirkit (kms). Melintasi dua kabupaten dengan total 254 tower, serta GI Bungku berkapasitas 30 MVA.

Infrastruktur ini diproyeksikan mampu menyalurkan tambahan beban pelanggan sebesar ±16,8 MW, menutup defisit pasokan ±5 MW yang selama ini dialami wilayah Bungku.

Tidak hanya itu, kehadiran proyek ini juga menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik hingga Rp137 miliar per tahun serta mendukung program dedieselisasi sebesar ±25 MW. Kualitas tegangan distribusi pun meningkat dari sebelumnya 18,37 kV menjadi 20,3 kV.

Wisnu menambahkan, proyek ini juga menunjukkan komitmen PLN terhadap energi bersih dan pembangunan berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan daya dari PLTA Poso, sistem kelistrikan Morowali kini lebih ramah lingkungan dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon.

“Kami bangga proyek ini berhasil di tengah berbagai tantangan teknis dan non-teknis. Pengoperasian GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan. Tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara untuk menghadirkan harapan baru bagi lebih dari 82 ribu pelanggan di 137 dusun dan 45 desa di wilayah ULP Bungku,” tutup Wisnu. *