Israel Ingkari Gencatan Senjata, Hamas Tunda Pembebasan Tawanan

oleh -1470 Dilihat
oleh
Pasukan Hamas

JAKARTA, Luwuk Times— Kebiasaan Israel mengingkari segala bentuk perjanjian kerap terulang. Gencatan senjata yang telah menjadi kesepakatan tidak sepenuhnya Zionis taati. Akibatnya, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menunda pembebasan tawanan mereka.

Juru Bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, Abu Ubaida menegaskan pimpinan perlawanan telah mengamati selama tiga pekan terakhir pelanggaran musuh dan ketidakpatuhannya terhadap ketentuan perjanjian.

Baca Juga:  Isi Kesepakatan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Demikian Kanal Telegram Akun Gaza Now, Selasa (11/2/2025) malam waktu Gaza atau pagi waktu Indonesia.

Berbagai bentuk pengingkaran terhadap kesepakatan gencatan senjata itu urai Abu Ubaidah adalah keterlambatan dalam pemulangan para pengungsi ke wilayah utara Jalur Gaza.

Serangan terhadap mereka dengan pengeboman dan tembakan berbagai wilayah, serta kegagalan dalam memasukkan bantuan kemanusiaan dalam segala bentuknya sesuai dengan yang telah menjadi kesepakatan.

Baca Juga:  Pimpinan Hamas dan Menlu Turki Bahas Krisis Gaza di Doha

Sementara itu, Hamas berikut faksi-faksi lainnya telah memenuhi semua kewajibannya.

“Penyerahan tawanan Zionis yang seharusnya bebas pada Sabtu, 15 Februari 2025, akan kami tunda hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sampai penjajah mematuhi perjanjian dan mengganti kewajiban yang belum mereka penuhi selama beberapa pekan terakhir secara retrospektif,” ungkap Abu Ubaidah.

Baca Juga:  Ini Tanggapan Hamas Terhadap Tawaran Kesepakatan Genjatan Senjata Setelah Pertemuan di Paris

Ubaidah menegaskan Hamas berikut faksi-faksi lainnya tetap berkomitmen terhadap perjanjian yang tertuang dalam memo gencatan senjata selama penjajah Israel juga mematuhinya. *

stp

No More Posts Available.

No more pages to load.