Kolaborasi Pemkab Banggai dan Kejari di Luwuk, Strategi Redam Inflasi Selama Ramadan dan Jelang Idulfitri

oleh -572 Dilihat
oleh
Bupati Banggai H. Amirudin pada kegiatan pasar murah di Luwuk, Selasa 3 Maret 2026

LUWUK TIMES – Suasana berbeda terlihat pada jalur II eks Pasar Malam Luwuk, Selasa (3/3/2026).

Di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Banggai menghadirkan Pasar Murah.

Wadah itu tak sekadar menjadi agenda rutin tahunan. Tetapi juga simbol kolaborasi kuat lintas lembaga.

Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, melalui akun resmi Facebook-nya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.

Termasuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Baca Juga:  Hijaukan Lingkar Tambang Nikel Siuna, Karang Taruna Banggai Canangkan Penanaman Mangrove Perdana

Namun yang menarik, Pasar Murah kali ini turut melibatkan Kejaksaan Negeri Luwuk sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banggai dan Kejaksaan Negeri Luwuk ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga.

Bahkan ingin memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman selama Ramadan hingga menghadapi Idulfitri 1447 H.

Baca Juga:  Selamat! Pemkab Banggai Sukses Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut Turut

Saat permintaan pasar meningkat dan potensi lonjakan harga kerap menghantui, langkah ini dinilai sebagai bentuk antisipasi konkret.

Tak sekadar menghadirkan komoditas dengan harga lebih ramah di kantong. Pasar Murah ini juga membawa pesan kuat tentang kehadiran negara di tengah masyarakat.

Pemerintah ingin memastikan keluarga-keluarga di Banggai dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang, tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga:  Banggai Butuh Lahan 4 Hektar Bangun Pabrik LPG, Bupati Amirudin: Lokasinya Antara Batui dan Batui Selatan

“Inilah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, bekerja dan bersinergi demi kesejahteraan rakyat,” tulis Amirudin.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya soal angka dan statistik.

Melainkan tentang menjaga daya beli, stabilitas ekonomi lokal, dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah. *

Editor Sofyan Labolo