Malam ke-11 Ramadhan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Jamaah Diajak Perbanyak Tobat, Ustad Lutfi: Rasulullah Saja 100 Kali Sehari, Apalagi Kita

oleh -3 Dilihat
oleh
Suasana malam ke 11 Ramadhan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Sabtu (28/02/2026). Malam itu ustad Lutfi Yusuf yang membawakan tausiyah. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Seyogianya yang mengisi tausiyah malam ke 11 Ramadhan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk adalah Ustad Iswan Kurnia Hasan. Ia pun berhalangan dan digantikan Ustad Lutfi Yusuf.

“Berdasarkan jadwal, malam ini pak Ustad Iswan yang mengisi tausiyah. Namun beliau berhalangan dan saya ia minta untuk menggantikannya,” kata Ustad Lutfi sebelum memulai tausiyahnya.

Dalam ceramah singkatnya, Ustad Lutfi mengangkat tema tentang pentingnya bertobat. Meski bukan jadwal utama, tausiyah tersebut justru menggugah hati para jamaah yang hadir.

Dalam ceramahnya, Ustad Lutfi menegaskan, tobat bukan sekadar ucapan lewat bibir. Melainkan perintah langsung dari Allah SWT.

“Makna bertobat adalah kembali menuju ketaatan. Tobat itu bukan main-main, bukan seperti makan sambal,” ujarnya memberi ilustrasi.

Ia mengingatkan, tidak ada manusia yang luput dari dosa. Baik sengaja maupun tidak. Karena itu, bertobat hukumnya fardhu ain, wajib bagi setiap individu Muslim.

Baca Juga:  Sambut Idul Adha 1447 H, Pemkab Banggai Bakal Gelar Pawai Obor, Start-Finish di Masjid Agung An-Nuur Luwuk

Banyak ayat Al-quran yang menyerukan agar umat manusia melakukan tobat yang sebenar-benarnya atau taubatan nasuha.

Ustad Lutfi juga mencontohkan teladan dari Nabi Muhammad SAW. Meski sebagai manusia suci dan maksum, Rasulullah tetap beristighfar dan bertobat hingga 100 kali dalam sehari.

“Kalau Rasulullah saja demikian, bagaimana dengan kita yang penuh dosa?” tegasnya.

Ia turut mengisahkan perjalanan Nabi Adam AS dan Siti Hawa yang dikeluarkan dari surga setelah melanggar larangan Allah dengan memakan buah khuldi.

Kisah tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga bahwa setiap manusia berpotensi salah. Namun pintu tobat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada Allah.

“Tugas kita bukan menghitung dosa orang lain. Tapi menyadari dosa sendiri dan segera bertobat,” tambahnya.

Menutup ceramahnya, Ustad Lutfi mengajak jamaah memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai bulan ampunan untuk memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri.

Baca Juga:  Kadis PUPR Banggai Dewa Supatriagama Pastikan Jalan Rusak di Kawasan Masjid Agung Luwuk Diperbaiki

“Manusia pasti banyak salah dan dosa. Maka jangan tunda tobat. Bisa jadi Ramadhan ini adalah kesempatan terakhir kita,” pesannya. *

Reporter Sofyan Labolo