Malam ke-6 Ramadhan di Masjid Agung An-Nuur: Kepala KUA Lamala Ungkap Tiga Kunci Meraih Berkah

oleh -136 Dilihat
oleh
Kepala KUA Lamala Awaluddin mengisi ceramah malam ke 6 Ramadhan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Ceramah Ramadhan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk diisi oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lamala, Awaluddin, Senin (23/02/2026).

Tausiah berdurasi 15 menit pada malam ke 6 Ramadhan itu, Awaluddin mengangkat tema “Puasa Ramadhan, Bulan Penuh Berkah”.

Awaluddin yang juga personel Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung An-Nuur Luwuk ini mengajak para jamaah untuk menjaga semangat ibadah sejak awal hingga akhir Ramadhan.

Ia mengibaratkan perjalanan Ramadhan seperti mendaki gunung.

“Mendaki itu butuh konsistensi. Jangan hanya kuat awal, lalu melemah akhir,” ujarnya.

Ia mengutip nasihat ulama, Syekh Abdul Aziz, bahwa memperbaiki akhir Ramadhan lebih baik daripada memulai dengan semangat penuh, namun tak mampu menuntaskan hingga akhir.

Parallax Image

Awaluddin juga mengingatkan bahwa bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa persiapan. Sedang Ramadhan adalah waktu memetik hasil.

Baca Juga:  Saat Nafas Ditarif 2,5 Juta per Hari, Asri Abasa Ajak Jamaah Masjid Agung An-Nuur Luwuk Mensyukuri Hidup

“Ramadhan bukan lagi latihan, tapi masa panen pahala,” tegasnya.

Tiga Poin Mencari Berkah Ramadhan

Kepada ratusan jamaah masjid yang berada dikawasan Teluk Lalong itu, Awaluddin menjelaskan tentang tiga point dalam mencari berkah Ramadhan.

Pertama, memahami makna berkah.

Awaluddin menjelaskan, berkah berarti tumbuh, berkembang, bertambah, dan menghadirkan kebaikan yang berkesinambungan.

Baca Juga:  Bupati Banggai Kerahkan OPD Suplai Buka Puasa di Masjid An-Nuur Luwuk, Amirudin: Minimal 100 Paket

“Ketika kebaikan kita bertambah, itulah tanda berkah. Baik dalam rezeki, keluarga, maupun ketenangan hidup,” jelasnya.

Kedua, menjaga keberkahan dari aspek ekonomi.

Fenomena lapak Ramadhan yang menjamur, mulai dari takjil, kue, minuman hingga busana ia menyebutnya sebagai hal wajar.

Namun ia mengingatkan agar aktivitas ekonomi tidak menjadi tirai bagi ibadah.

“Jangan sampai sibuk berdagang, tapi lalai dari shalat dan puasa,” pesannya.

Ia juga menyoroti potensi munculnya penyakit hati seperti iri dan dengki ketika melihat dagangan orang lain lebih laris.

Baca Juga:  Malam Ketiga Ramadhan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk: Ustad Zen Ingatkan Keikhlasan Puasa hingga Penyebab 965 Kasus Perceraian di Banggai

Ketiga, menguatkan aspek spiritual dan ibadah.

Ramadhan ia sebut sebagai “paket tahunan” bagi hamba Allah untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Ia mengajak jamaah agar dapat menjaga puasa dari hal-hal yang merusak pahala serta menghidupkan shalat wajib dan sunnah.

Awaluddin mengutip sabda Nabi Muhammad:

“Barang siapa shalat bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya pahala seperti qiyamul lail satu malam.”

Ia pun kembali mengajak jamaah memanfaatkan malam-malam Ramadhan dengan qiyamul lail, tilawah Alquran dan memperbanyak doa.

“Tujuan akhirnya adalah menjadi pribadi bertakwa,” tutupnya. *

Reporter Sofyan Labolo