LUWUK TIMES – Ustaz Hamid Alhabsyi tampil membawakan tausiah malam ke delapan Ramadhan, bertempat Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Rabu (25/02/2026).
Oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Hamid Alhabsyi mengangkat tema keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Sebelum mengupas tentang keutamaan membaca shalawat, Hamid Alhabsyi mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Dan sangat merugi jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
Ia juga mengajak jamaah untuk mengirimkan doa dan bacaan Al-Fatihah kepada orang tua serta keluarga yang telah mendahului. Sehingga tidak lagi bersama menikmati Ramadhan tahun ini.
Dihadapan ratusan jamaah Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Hamid menyampaikan sebuah kisah penuh hikmah.
Ada seseorang yang bermimpi bertemu Rasulullah. Dalam mimpinya, banyak manusia datang menemui Nabi. Namun ketika mereka tiba, Rasulullah justru berpaling.
Orang-orang itu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak mengenal kami?”
Nabi menjawab bahwa beliau tidak mengenali mereka, karena mereka jarang mengucapkan shalawat kepadanya.
Orang yang bermimpi itu terbangun dalam keadaan takut dan gelisah.
Malam berikutnya Ia kemudian kembali bermimpi bertemu Rasulullah setelah memperbanyak shalawat. Dalam mimpi itupun, ia mendapat sambutan hangat dari Rasulullah.
Hamid menyampaikan sebagaimana firman Allah bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi, dan umat manusia pun diperintahkan untuk bershalawat kepadanya.
Keutamaan Membaca Shalawat
Ia menjelaskan ada tiga keutamaan membaca shalawat.
Pertama, setiap satu shalawat akan dibalas dengan sepuluh kebaikan dari Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi.
Kedua, orang yang memperbanyak shalawat akan mendapatkan syafaat Rasulullah di hari kiamat.
“Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku,” kutipnya.
Ketiga, shalawat menjadi salah satu sebab dikabulkannya doa dan hajat oleh Allah SWT.
Shalawat bukan sekadar lantunan lisan, melainkan bukti cinta dan kerinduan seorang hamba kepada Rasulullah.
“Jangan pernah memandang enteng shalawat. Itu adalah permohonan batin kita agar dekat dengan Rasulullah. Jika ingin dekat dengan beliau, maka perbanyaklah shalawat,” pesannya.
Ia juga menambahkan, setiap kali nama Rasulullah disebut, hendaknya umat Islam membalasnya dengan shalawat. Karena itu adalah bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menutup tausiahnya, Hamid Alhabsyi mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah, terutama membaca shalawat.
Ia berharap, dengan memperbanyak shalawat dan ibadah pada bulan yang penuh rahmat ini, seluruh amal diterima oleh Allah SWT. *
Reporter Sofyan Labolo


