Media Gathering Pertamina Regional Indonesia Timur di Makassar, Dua Local Hero Berbagi Pengalaman

oleh -16 Dilihat
oleh
Media gathering 2025 yang dilaksanakan Pertamina Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, bertempat Hotel Claro Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (23/06/2025). (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

Makassar, Luwuk Times— Media gathering 2025 oleh Pertamina Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina banyak memberikan edukasi, Senin (23/06/2025).

Selain menghadirkan Manager Comrel dan CIO Regional Indonesia Timur, Hudi D. Suryodiputro yang memaparkan sektor industry hulu migas beserta tantangannya juga pemaparan Ketua Komisi Digital Dewan Pers dan Wakil Ketua Dewan Pers Bidang Penataan, Dahlan Dahi menyangkut tantangan strategis pers.

Pada giat yang berlangsung Hotel Claro Makassar Provinsi Sulawesi Selatan selama sehari penuh itu juga menampilkan dua Local Hero. Keduanya adalah Menase Fami dan Sofiana Nurhasanah.

Keduanya berbagi pengalaman dalam melaksanakan dua program berbeda.

Menase Fami terkait program Mata Hati Malasigi Papua Field Provinsi Papua Barat Daya. Sedang Sofiana program Kokolomboi Kabupaten Banggai Laut.

Mata Hati Malasigi

Bagi masyarakat adat Malasigi kata Menase Fami, hutan itu adalah mama. Karena semua potensi yang berada dalam hutan, menjadi sumber penghidupan masyarakat adat Malasigi.

“Hutan itu bagi kami (masyarakat adat Malasigi) adalah mama. Karena di hutan itu kami cari makan,” kata Menase.

Ia mengaku ada beberapa perusahaan, utamanya yang bergerak pada bidang sawit, mencoba mengeksploitasi hutan. Tapi masyarakat adat Malasigi tak memberi respons. Karena hutan menjadi tempat penghidupan masyarakat adat Malasigi.

Menase mengaku, sebelum mendapat bantuan dari Pertamina dan SKK Migas, kehidupan masyarakat adat Malasigi cukup memprihatinkan.

“Dulu kami menggunakan genset. Sekarang listrik sudah menyala 1×24 jam. Dulu juga kami menggunakan timbah air. Tapi sekarang tinggal putar kran. Air lancar. Terima kasih Pertamina dan SKK Migas,” kata Menase.

Bahkan saat ini sambung dia, melalui pengelolaan wisata alam, lembaga pengelolaan hutan kampung mendapat insentif setiap bulan.

Termasuk sambung Menase memberikan beasiswa kepada para siswa Rp1,5 juta per bulan.

“Semua dana itu bersumber dari pengelolaan wisata alam,” ucapnya.

Tak itu saja kabar gembira yang Ia sampaikan. Pada olimpiade Pemuda Pelopor juara I kategori desa tertinggal. Termasuk penghargaan dan sertifikat lainnya.

“Dulunya banyak rintangan. Kami kerja secara swakelola. Tapi sekarang kami sudah menikmati hasilnya,” ucap Menase sembari mendapat aplous dari para peserta Media Gathering.

Program Kokolomboi

Pengalaman tak jauh beda juga disampaikan Local Hero, Sofiana Nurhasanah. Dalam menjalankan program Kokolomboi bukan perkara mudah.

Masyarakat Kokolomboi kata Sofiana 80 persen mengandalkan mata pencarian di hutan. Mulai dari fasilitas penerangan, kesehatan hingga infrastruktur jalan, masih sangat jauh dari refresentatif.

Tantangan yang tak kalah berat lagi dalam menjalankan program Kokolomboi sambung Sofiana yakni tingkat kepercayaan masyarakat setempat.

“Awalnya warga sangat ragu. Karena kami dari luar. Warga Kokolomboi kuatir jangan merusak. Apalagi saat masuk pengetahuan kami terbatas dan tidak punya kompetensi. Itu menjadi tantangan berat kami,” kata Sofiana.

Strategi yang kami terapkan tambah Sofiana adalah pendekatan dengan masyarakat Adat Tonggong. Karena dalam benak mereka, konsisten menjaga alam, meski ditengah keterbatasan.

Lanjut Sofiana lewat program pengembangan desa konservasi berbasis masyarakat adat, pihaknya pun mendapat antusias warga.

Selain mendapat support Pertamina lewat Pembangkit Listrik Tenaga Surya juga pihaknya kata Sofiana membangun kolaborasi dengan para stakeholder.

Para stakeholder itu adalah lembaga adat, Pemda Balut yang begitu merespons, universitas, Dinas Lingkungan Hidup serta PT Pertamina EP Donggi Matindok Field.

“Alhamdulillah masyarakat percaya. Dan kini Pertamina menjadi mitra mereka,” pungkas Sofiana. *

**) Ikuti berita-berita Luwuk Times lainnya di Google News