LUWUK TIMES – Di bawah langit Toili, Wakil Ketua II DPRD Banggai I Putu Gumi duduk bersama warga. Satu per satu, aspirasi mereka sampaikan.
Mulai dari jalan desa yang rusak, kebutuhan alat pertanian, hingga harapan menjaga tradisi dan rumah ibadah.
Itulah suasana reses masa sidang yang dijalani politisi PDI Perjuangan ini sejak 26 hingga 31 Januari 2026.
Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat.
Pada reses kali ini, Gumi menyambangi tiga titik dataran Toili, yakni Desa Sentral Timur Kecamatan Toili, Desa Marga Kencana Kecamatan Toili Jaya, dan Desa Sari Buana Kecamatan Toili Jaya.
“Reses ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Gumi, kepada Luwuk Times, Selasa (03/02/2026).
Desa Sentral Timur, warga menyampaikan keluhannya soal akses jalan desa, jembatan penghubung, serta jalan usaha tani yang menjadi urat nadi perekonomian warga.
Selain itu, petani juga berharap adanya bantuan alat pertanian seperti sprayer mesin, serta dukungan dana hibah pembangunan Pura PED.
Suasana serupa terasa pada Desa Marga Kencana. Warga mengusulkan peningkatan jalan desa, pembangunan saluran drainase, hingga bantuan perlengkapan pakaian Tari Bali sebagai upaya menjaga budaya.
Harapan akan dana hibah pembangunan Pura dan program pemberdayaan masyarakat pun turut disampaikan.
Giliran Desa Sari Buana, aspirasi warga kembali menguat pada kebutuhan dasar.
Mereka berharap adanya pengaspalan jalan desa, pembangunan drainase, peningkatan jalan usaha tani, bantuan hand traktor, serta dana hibah Pura Desa Sari Buana.
Tak ketinggalan, warga juga mengusulkan pengadaan alat gamelan semarpegulingan untuk mendukung kegiatan seni dan adat.
Masuk RKPD
Gumi menuturkan, seluruh aspirasi tersebut telah ia catat dan masukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Nantinya, usulan masyarakat akan dibahas bersama hasil Musrenbang pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan APBD Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2027.
“Belum tentu semuanya bisa langsung terealisasi. Tapi saya pastikan, aspirasi masyarakat ini tidak hilang dan tetap diperjuangkan,” ujar Gumi.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap optimistis.
Menurutnya, meski ada usulan yang belum terakomodir, setidaknya harapan itu sudah masuk dalam daftar prioritas dan memiliki peluang untuk diwujudkan pada tahun-tahun berikutnya.
Pada akkhir pertemuan, senyum warga menjadi penutup. Reses pun bukan sekadar catatan di atas kertas, tetapi jembatan harapan antara rakyat dan wakilnya di parlemen. *
Reporter: Sofyan Labolo












