Sugiarto Djanun: Asumsi itu Sebatas Spekulasi dan belum Mencerminkan Kondisi Akhir
LUWUK TIMES – Target Kabupaten Banggai untuk kembali mempertahankan status juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah ke-X Kabupaten Morowali terancam buyar.
Dari total 27 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada ajang olahraga empat tahunan tersebut, hingga batas waktu pengumpulan dokumen, kontingen Banggai baru memastikan keikutsertaan tujuh cabor saja.
Kondisi ini tentu berbanding terbalik dengan ambisi besar Ketua KONI Banggai yang juga Bupati Banggai, H. Amirudin.
Ia sebelumnya menegaskan keinginan agar Banggai tetap menjadi jawara pada level regional Sulawesi Tengah.
Hanya Tujuh Cabor yang Responsif
Minimnya jumlah cabor yang siap berangkat bukan tanpa sebab.
Hingga deadline KONI Banggai untuk pengumpulan dokumen atlet, hanya tujuh cabor yang merespons dengan melengkapi entry by name dan entry by number.
Ketujuh cabor tersebut yakni karate, petanque, atletik, biliar, tenis lapangan, taekwondo, dan bola voli.
Sekretaris KONI Banggai, Sugiarto Djanun, kepada Luwuk Times, Senin (02/02/2026), membenarkan kondisi tersebut.
“Yang sudah memasukkan dokumen memang baru tujuh cabor,” ungkap Sugiarto.
Dokumen Jadi Kunci Anggaran dan Seleksi Atlet
Menurut Sugiarto, kelengkapan dokumen dari masing-masing cabor merupakan hal krusial.
Terutama untuk menghitung kebutuhan anggaran KONI Banggai dalam menghadapi Porprov Sulteng.
“Bagaimana kami bisa menghitung kebutuhan anggaran Porprov, sementara data atlet dari cabor belum kami terima,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan dokumen tersebut, tim perumus KONI Banggai akan menyusun kebutuhan kontingen secara menyeluruh.
Termasuk melakukan sosialisasi terkait mutasi atlet yang hingga kini masih belum dipahami oleh sebagian besar cabor.
Tak hanya itu, KONI Banggai juga menemukan persoalan lain. Sejumlah cabor memiliki SK kepengurusan yang telah berakhir, namun tetap bersikeras ingin mengikuti Porprov.
KONI Tegaskan: Tujuh Cabor Hanya Spekulasi
Meski demikian, Sugiarto menepis anggapan bahwa Banggai hanya akan turun tujuh cabor pada Porprov Sulteng X.
Menurutnya, asumsi tersebut masih sebatas spekulasi dan belum mencerminkan kondisi akhir.
“Walaupun batas waktu pengumpulan dokumen sudah lewat, kami tetap berinisiatif mengundang seluruh cabor,” tegasnya.
KONI Banggai, lanjut Sugiarto, akan menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi bersama 27 cabor untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penelusuran latar belakang atlet oleh tim perumus.
Porprov Bukan Ajang Coba-Coba
Sugiarto menegaskan, Porprov bukan sekadar ajang formalitas atau uji coba. Proses seleksi atlet dilakukan dengan indikator yang ketat dan terukur.
Mulai dari capaian atlet pada Porprov Sulteng 2022, Porkab 2025, hingga prestasi pada tingkat regional bahkan nasional.
“Dengan indikator tersebut, sangat mustahil Banggai hanya ikut tujuh cabor. Itu spekulasi yang tidak berdasar,” pungkasnya. *
Reporter Sofyan Labolo












