LUWUK TIMES — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026 secara sederhana di Luwuk, Jumat (24/06/2026).
Berbeda dengan sebelumnya yang meriah. Tahun lalu, HKB berpusat Kawasan Teluk Lalong Luwuk.
Tak hanya internal BPBD Banggai. Saat itu sejumlah OPD teknis hadir. Antaranya, TNI/Polri, Basarnas, PMI serta perwakilan Destana.
Wakil Bupati Banggai H. Furqanuddin Masulili mendapat kepercayaan sebagai Pembina Apel. Sedang Kepala BPBD Banggai Fery Sujarman menyampaikan laporan panitia pelaksana HKB.
Tapi tahun ini peringatan dengan nuansa sederhana. Langkah tersebut sebagai bentuk penyesuaian terhadap efisiensi anggaran. Akan tetapi tanpa mengurangi esensi dan makna dari peringatan itu sendiri.
Upacara yang berlangsung di halaman kantor BPBD Banggai dipimpin langsung oleh Kepala BPBD, Fery Sujarman. Ia selaku pembina upacara.
Bukan Sekadar Seremoni
Di hadapan puluhan personel, Fery menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Ia menegaskan, HKB bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas lahirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
“Peringatan ini menjadi titik tolak perubahan paradigma, dari yang semula hanya responsif saat bencana terjadi, menjadi lebih preventif dan mengedepankan kesiapsiagaan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan kebencanaan di Kabupaten Banggai pada tahun 2026 semakin kompleks. Faktor perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta kerentanan geologis menuntut adanya langkah yang lebih cepat, cerdas, dan kolaboratif.
“Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama dalam menghadapi ancaman baru,” tegas Fery.
Dalam kesempatan tersebut, Fery menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh personel BPBD Banggai.
Pertama, peningkatan kapasitas diri dan kelembagaan. Kedua, pentingnya edukasi kebencanaan yang dilakukan secara berkelanjutan kepada masyarakat. Dan ketiga, memperkuat sinergi pentahelix, karena penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara sendiri.
Gelar Peralatan Kebencanaan

Selain upacara, peringatan HKB juga terangkaikan dengan gelar peralatan kebencanaan yang menjadi bagian dari bidang pencegahan dan kesiapsiagaan.
Berbagai perlengkapan dipamerkan, mulai dari kendaraan operasional, tenda, mesin tempel, chainsaw, tandu, life jacket, hingga perlengkapan keselamatan lainnya.
Meski sederhana, peringatan ini tetap menghadirkan pesan kuat bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi risiko bencana yang terus berkembang. *
Reporter Sofyan Labolo








