Tahun Ini Dinas PUPR Banggai Ditargetkan 175 Sertifikat Tenaga Kerja Konstruksi, Sukri Karim: Optimis Tercapai

oleh -1433 Dilihat
oleh
Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Banggai, Sukri Karim saat menyampaikan laporan panitia, pada pelatihan tenaga kerja konstruksi kualifikasi jabatan operator jenjang 1, Kamis 23 Oktober 2025. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES— Tahun ini Bidang Bina Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai secara nasional ditargetkan sebanyak 175 sertifikasi tenaga kerja.

Dan sebagai pelaksana urusan jasa konstruksi Kabupaten Banggai, Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Banggai, Sukri Karim mengaku optimis tercapai target tersebut.

“Target itu mulai berlaku tahun 2025. Mudah-mudahan tahun ini dapat tercapai 175 sertifikat tenaga kerja konstruksi. Bahkan hingga 2030 mendatang,” kata Sukri Karim, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga:  BPN Banggai Tinjau Bidangan Tanah yang Mengajukan Permohonan Sertifikat

Sukri menjelaskan, sebanyak sebanyak 75 tukang mengikuti pelatihan tenaga kerja konstruksi kualifikasi jabatan operator jenjang 1.

Para peserta pelatihan itu masing-masing tukang pasang batu dan plesteran, tukang kayu konstruksi serta tukang pasang rangka baja ringan.

Pelatihan itu kata Sukri sangat bermanfaat. Selain untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan keandalan tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.

Sehingga mereka atau para peserta pelatihan menjadi lebih profesional, berkualitas dan mampu memenuhi standar pemerintah.

Baca Juga:  PUPR Banggai Bersih-Bersih Lalong, Hanya 1 Jam 50 Kantong Plastik Terisi Sampah

Ia menyambungnya, pelatihan tenga kerja konstruksi berlangsung dua hari, yakni Kamis-Jumat (23-24/10/2025).

Hari pertam peserta mendapat pembekalan materi. Kemudian hari kedua mereka melakukan praktek pada lokasi sesuai jabatan kerjanya.

Dan berikutnya akan ada uji kompetensi sertifikasi ketrampilan kerja (SKK) yang dikeluarkan oleh Lembaga sertifikasi profesi (LSP).

Apa yang membedakan antara tukang yang mengikuti pelatihan dengan yang belum mengikutinya?

Baca Juga:  Pembangunan Pasar Simpong Luwuk Molor, PUPR Banggai Beri Denda Kontraktor

Sukri kembali memberi penjelasan. Katanya, tukang yang sudah mengikuti pelatihan, tentu saja memiliki keterampilan yang lebih terasah. Termasuk kompeten pada bidangnya. Karena mereka telah mendapatkan pelatihan khusus yang relevan.

Sedang tukang yang belum mengikuti pelatihan, biasanya masih dalam tahap pembelajaran atau penguasaan dasar. Sehingga kompetensinya belum maksimal.

Olehnya pertegas Sukri Karim lagi, pelatihan tenaga kerja konstruksi sangatlah penting. Sehingga bagi para tukang jangan melewatkan kesempatan tersebut. *

No More Posts Available.

No more pages to load.