LUWUK TIMES— Zionis Israel terus saja melakukan aksi yang tidak manusiawi. Seorang pengacara yang juga komandan Pasukan Khusus Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, gugur syahid. Itu setelah tubuhnya dilindas tank Israel dalam pertempuran Gaza. Dia adalah Abdullah Khalil Hamid Abidin atau yang akrab dengan sapaan Abu Farras.
Kabar duka ini bersumber resmi dari Brigade Al-Qassam, Kamis (21/8/2025) siang waktu Gaza atau sore ini waktu Indonesia.
Abu Farras adalah sosok mujahid yang gigih. Ia pantang menyerah dan tak gentar meski berkali-kali terluka parah di medan perang.
Dalam serangan pertama Israel ke Distrik Khan Yunus, Ia sempat mengalami luka berat. Abu Farras kehilangan salah satu bola matanya. Bahkan nyaris cacat, karena kakinya hancur.
Rekan-rekan seperjuangannya kala itu menduga ia akan beristirahat dari pertempuran. Namun Abu Farras justru menolak mundur.
Dengan senyum, ia berkata, “Jihad tidak akan pernah terhenti dengan luka”. Lalu Ia kembali ke garis terdepan pertempuran, seakan tidak pernah mengalami cedera.
Bagi banyak orang Gaza, sosok Abu Farras menjadi teladan keberanian dan pengorbanan.
Ia bukan hanya seorang pejuang, tetapi juga pengacara yang membela rakyat Palestina dari ketidakadilan.
Kisah perjuangan Abu Farras ini dikaitkan dengan firman Allah dalam Surat Al-Ahzab ayat 23:
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).”
Kini nama Abu Farras dikenang sebagai salah satu syuhada terbaik Palestina. Ia adalah pejuang yang menepati janji hingga akhir hayatnya. *
Stp













