LUWUK TIMES — Wajah Teluk Lalong yang dulu menjadi kebanggaan warga Luwuk Kabupaten Banggai kini perlahan kehilangan pesonanya.
Kawasan yang semestinya menjadi ruang publik yang tertata dan indah, justru semrawut. Itu akibat aktivitas dermaga liar yang berdiri pada area taman.
Terbaru, satu tiang lampu taman roboh setelah menjadi tempat mengikat speed boat. Insiden ini menjadi simbol nyata rapuhnya pengawasan terhadap fasilitas umum pada kawasan tersebut.
Aktivis lingkungan Kabupaten Banggai, Edi Strada, menilai sejak awal tidak ada ketegasan dari pemerintah daerah melalui OPD teknis, terkait keberadaan dermaga dan speed pada area taman Teluk Lalong.
“Dari awal tidak ada ketegasan terhadap pemilik speed dan dermaga. Sekarang fasilitas umum rusak, lampu taman roboh,” ujar Edi kepada Luwuk Times, Senin (02/03/2026).
Menurutnya, keberadaan dermaga pada area taman sangat tidak pantas. Ruang publik yang seharusnya menjadi tempat bersantai warga, kini berubah fungsi.
Dermaga-dermaga itu membuat kawasan terlihat kumuh, dengan sampah berserakan.
Tak hanya persoalan estetika, Edi juga menyoroti potensi bahaya. Salah satu speed yang tidak lagi beroperasi masih menyimpan BBM jenis pertalite.
Kondisi ini sangat rawan kebakaran. Apalagi berada pada ruang terbuka yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Sudah jelas tidak boleh ada dermaga pada area taman. Tapi dibiarkan. Sekarang kerusakan sudah terjadi,” tegasnya.
Ia mendesak instansi terkait, termasuk Satpol PP, untuk mengambil langkah tegas.
Menurutnya, pembiaran hanya akan memperparah kerusakan dan menghilangkan identitas Teluk Lalong sebagai ikon kota.
Teluk Lalong bukan sekadar bentang alam. Ia adalah ruang bersama, wajah kota, dan simbol kebanggaan masyarakat Luwuk Banggai.
Ketika lampu taman roboh dan kawasan terlihat kian semrawut, publik pun bertanya, sampai kapan ketegasan itu akan kita tunggu. *
Reporter: Sofyan Labolo







