Banggai, Luwuk Times— Dua peristiwa laka lantas pada wilayah hukum Polres Banggai hingga berakibat fatal terjadi sepanjang libur kenaikan Yesus Kristus, Kamis (29/5/2025). Satu meninggal dan empat lainnya luka-luka.
Peristiwa pertama kecelakaan dengan TKP (tempat kejadian perkara) Jalan Raya Desa Tirta Sari, Kecamatan Toili, pukul 18.00 Wita.
Peristiwa tersebut membuat LO (57) warga Desa Piondo, Toili Jaya meninggal dunia.
Kejadian tragis itu, setelah korban yang mengendarai motor Honda Beat V DN 4568 RJ gagal menyalip kendaraan yang berada didepan. Korban pun menabrak kendaraan yang berlawanan arah.
“Dari kejadian ini 2 orang lainnya juga mengalami sejumlah luka,, yakni NG (53) Dan HS (35),” ujar Kasi Humas Polres Banggai AKP Al Amin S. Muda.
Peristiwa kedua terjadi Jalan Trans Sulawesi Kelurahan Kalaka Kecamatan Bunta sekitar pukul 18.50 Wita.
Seorang pria BT (27) warga Desa Polo bergerak menggunakan sepeda motor Yamaha SE M125 DN 6082 RO perjalanan dari arah Ampana menuju Bunta.
Saat akan berbelok ke sisi kanan menuju jalan Senese, tiba tiba dari arah berlawanan muncul Yamaha Vega tanpa TNKB oleh remaja AK (18) warga Desa Bohotokong.
Karena jarak sudah terlalu dekat, sehingga keduanya tidak dapat mengendalikan kendaraannya masing-masing. Terjadilah tabrakan depan dan samping.
Benturan tersebut mengakibatkan pemotor inisial BT mengalami luka lecet pada lengan kanan-kiri dan jari tangan kanan.
Sedang AK alami luka robek pada dahinya, jari kaki kiri serta lecet pada lutut kiri dan kanan serta jari kedua tangan.
“Peristiwa laka lantas Kecamatan Bunta dan Toili ini sudah kami tangani terlebih dahulu. Untuk selanjutnya akan kami proses pada Unit Laka Satlantas Polres Banggai,” terang Kasi Humas.
Dan deretan insiden kecelakaan mulai dari yang berujung maut sampai luka ringan maupun berat ini semua barang bukti sudah diamankan.
Korban luka-luka langsung mendapat perawatan puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis.
“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih waspada dan patuh dalam berkendara, menginggat libur panjang mobilisasi atau pergerakan ikut meningkat,” imbau Amin. *













