Advertising

Example floating
Example floating

Firman, Pendekar Silat dari Limboro: Harumkan Sulteng, Terkapar oleh Tekanan Hidup

Sofyan
Firman (kiri) dan Ishak jamaludin, senior pencak silat dari Donggala. (Foto Istimewa)
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Palu, Luwuk Times— Firman, atlet pencak silat Sulteng asal Desa Limboro, Kabupaten Donggala, dengan catatan prestasi PON 2016 Jawa Barat meraih perak dan SEA Games 2017 Malaysia.

Bertarung melawan nasibnya sendiri, mengalami depresi dan terpaksa dibawa ke RSUD Madani yang melayani gangguan jiwa.

IMG-20260829-WA0006

Sempat masuk Bangsal Sawo, khusus untuk penderita gangguan jiwa parah, sekarang Firman menempati Bangsal Srikaya, khusus yang sudah sembuh.

Sudah enam hari di RSUD Madani, Firman akhirnya Selasa 3 Juni 2025, diperbolehkan pulang menunggu hasil medis dari dokter.

Bersama wartawan senior olahraga, Barnabas Loinang, Firman menceritakan kisah pilunya sehingga mengalami depresi.

Baca Juga:  FORKI Banggai Borong 39 Medali, Bayangi Kota Palu dan Smanor Tadulako

Bonus yang ia terima tidak menjamin bisa hidup bebas seperti atlet lainnya. Ia mengaku hidup seperti robot.

Namun, robot seperti apa? Ia mengatakan, tekanan datang dari orang terdekatnya, baik masalah keluarga dan lainnya yang menyebabkan mentalnya kalah.

Firman termasuk salah satu pendekar asli Sulteng yang moncer prestasinya pada PON. Hanya sedikit sekali atlet silat Sulteng yang menyumbangkan medali bagi Sulteng.

Dari catatan yang ada, Ansar Yotomaruangi pernah menyumbang emas untuk Sulteng pada PON 1989.

Kemudian Aris yang tidak lain adalah pelatih Firman pada PON 2016 Jawa Barat.

Pada babak final, Jatim mendapat satu medali emas pada Kelas A putra. Pesilat Jatim, Rudi Santoso, menang atas Firman dengan skor 4-1.

Baca Juga:  Pertahankan Gelar Juara Umum, PSTI Banggai Siap Menggebrak Porprov 2026 di Morowali

 

Butuh Perhatian Pemerintah

 

Kini, Firman dengan masa lalunya yang kelam mengakui ada sisi gelap akibat kesalahannya.

Namun, sebagai atlet dia juga butuh perhatian pemerintah berupa kesejahteraan atau pekerjaan.

Meskipun dulu sempat mendapat tawaran menjadi TNI/Polri dari Prabowo Subianto, Ketua IPSI Pusat, atas prestasinya pada kancah SEA Games.

“Banyak yang berkata buruk kepada saya. Tapi saya yakinkan bahwa itu masa lalu saya. Dibilang saya narkoba, tidak pernah narkoba,” kata Firman meyakinkan.

Ia bertekad ke depan bisa tampil pada Porprov 2026 Morowali dengan membawa nama daerahnya, Donggala. Jika tidak bisa, akan membawa Kota Palu.

Baca Juga:  Misi Pertahankan Tahta Porprov, Bupati Amirudin Pimpin Langsung Strategi Kontingen Banggai

Dukungan datang juga dari sesama atlet dan pelatih. Salah satunya dari Ishak Jamaludin, pengurus KONI Donggala.

Ia datang ke RSUD Madani bersama atlet lainnya untuk memberikan dukungan moril kepadanya.

Sementara itu, Sekum IPSI Sulteng, Moh. Risman, mengetahui kabar Firman. Ia sempat dua kali ke RSUD Madani menjenguk Firman.

“Pastinya IPSI Sulteng tidak menutup mata atas kondisi Firman,” kata Risman.

Ia berharap Firman kembali pulih dan sehat serta memperbaiki dirinya sendiri agar bisa kembali berprestasi. *

Barnabas Loinang

-->