Golkar Banggai Perjuangkan Pembangunan Jembatan Gantung Masungkang di ABT, Akhiri Perjuangan Siswa Menantang Arus Sungai ke Sekolah

oleh -343 Dilihat
oleh
Anggota Fraksi Partai Golkar foto bersama dengan para kader dan simpatisan Partai Golkar

Dorongan DPRD Banggai agar pembangunan jembatan dimasukkan dalam ABT 2026 mendapat respons cepat dari pemerintah daerah.

Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai telah turun langsung melakukan survei lokasi.

Apresiasi buat Bupati Banggai

Langkah cepat tersebut, kata Rika, tidak lepas dari perhatian dan komitmen Bupati Banggai H. Amirudin yang segera memerintahkan organisasi perangkat daerah teknis untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat dari Dapil IV Banggai, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Bupati. Beliau langsung menurunkan tim teknis dari PUPR Banggai untuk melakukan survei lokasi,” ungkapnya.

Rika mengungkapkan bahwa perjuangan pembangunan akses penyeberangan di Masungkang sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2025.

Saat itu dirinya mendorong pembangunan jembatan permanen berbahan beton.

Namun setelah dilakukan kajian teknis, kebutuhan anggarannya dinilai cukup besar.

Sebagai solusi yang lebih realistis dan cepat direalisasikan, pembangunan jembatan gantung dipilih karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Untuk jembatan gantung itu estimasi anggarannya tidak lebih dari Rp1 miliar, sekitar Rp700 juta sampai Rp800 juta,” jelasnya.

Selain membahas pembangunan jembatan, kegiatan Pendidikan Politik dan Pelantikan PK Golkar Batui Selatan juga berlangsung sukses.

Sebanyak 15 pengurus PK resmi dikukuhkan dan dihadiri sekitar 50 kader serta simpatisan Partai Golkar.

Melalui komitmen memperjuangkan pembangunan Jembatan Gantung Masungkang, Partai Golkar Banggai berharap dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terutama bagi para siswa yang selama ini harus berjibaku dengan derasnya arus sungai demi menuntut ilmu.

Jika terealisasi, jembatan tersebut tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah.

Akan tetapi juga menjadi simbol hadirnya perhatian pemerintah dan wakil rakyat terhadap keselamatan serta masa depan generasi muda di Batui Selatan. *

Sofyan Labolo