LUWUK TIMES, Semarang — Suasana penuh kehangatan dan kebanggaan mewarnai keberhasilan Tim Atletik Sulawesi Tengah (Sulteng) pada ajang kejuaraan atletik bergengsi Jateng Cup 2026 di Stadion Jatidiri, Semarang.
Membawa 7 atlet unggulan yang tiga di antaranya merupakan wakil dari Kabupaten Banggai kontingen Sulteng tampil menggelegar dengan menyabet total 5 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Namun, ada momen unik sekaligus berkesan usai laga.
Pada Sabtu (25/07/2026), Manajer Tim PASI Sulteng yang juga menjabat sebagai Sekretaris KONI Banggai, Sugiarto Djanun, mendadak berperan bak seorang jurnalis olahraga senior.
Dengan gaya khasnya, Sugiarto memandu wawancara santai berdurasi 4 menit 36 detik bersama sang juru taktik, Ramdani Bahmid.
Di balik wawancara evaluasi teknis tersebut, aksi saling lempar pujian dan dukungan moral antara pengurus organisasi dan pelatih ini justru menjadi sorotan utama.
Tangan Dingin Manajer dan Doa Karir Birokrasi
Di sela-sela pembahasan prestasi, Ramdani Bahmid yang akrab disapa Dani balik memuji kepemimpinan Sugiarto Djanun yang dinilainya sangat krusial dalam menyokong mental dan performa para atlet di lapangan.
“Hasil maksimal ini tidak lepas dari tangan dingin sosok manajer, yang juga Sekretaris KONI Banggai, Bapak Sugiarto Djanun,” puji Dani tulus atas peran besar Sugiarto mendampingi tim.
Tak mau kalah, Sugiarto pun memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi Dani yang selain menjadi pelatih Sulteng, juga sehari-hari membina atlet PASI Banggai.
Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Sugiarto secara khusus memanjatkan doa terbaik untuk masa depan sang pelatih.
Ia mendoakan agar Dani tidak hanya mengukir tinta emas di dunia olahraga, tetapi juga sukses dalam meniti karir birokrasinya di pemerintahan.
Sugiarto berharap ke depan Dani bisa dilantik secara definitif sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai.
Misi Besar Membenahkan Lintasan Atletik Banggai
Di samping aksi saling puji, perbincangan hangat tersebut juga menyelipkan gagasan besar untuk kemajuan olahraga daerah.
Dani memanfaatkan momen tersebut untuk menyuarakan aspirasinya terkait infrastruktur atletik di Kabupaten Banggai, khususnya Stadion Kilongan di Luwuk Utara yang kondisinya dinilai belum memenuhi standar.
Secara terbuka, Dani memberikan tantangan positif sekaligus saran konstrukstif kepada KONI Banggai agar melengkapi stadion dengan lintasan tartan yang representatif, layaknya Stadion Jatidiri Semarang.
“Masa Morowali bisa, Kabupaten Banggai tidak bisa?” tantang Dani santai.
“Tidak perlu sampai 8 lintasan, 6 lintasan saja sudah sangat cukup dan tidak ada masalah,” tambah dia.
Dani meyakini, pembenahan fasilitas di Stadion Kilongan akan membakar semangat dan meningkatkan antusiasme para atlet muda, khususnya dari kalangan pelajar di Banggai.
Siap Gelar Event Antar-Pelajar
Langkah nyata untuk meregenerasi atlet pun sudah disiapkan. Ke depan, PASI Banggai berencana menggelar kejuaraan beregu antar-SD dan antar-SMP.
Ajang pencarian bakat ini nantinya akan menyinergikan kekuatan antara PASI Banggai dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai yang dipimpin oleh Syafrudin Hinelo.
Sinergi antara pengurus, pelatih, dan dukungan pemerintah daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa prestasi atletik Kabupaten Banggai dan Sulawesi Tengah siap berlari lebih cepat lagi di masa depan. *
Sofyan Labolo
