Atlet Sulteng Bersinar di Open Jateng 2026, Banggai Sumbang Dua Emas, Ramdani dapat Apresiasi

oleh -66 Dilihat
oleh

LUWUK TIMES, Semarang – Kontingen atletik Sulawesi Tengah tampil impresif pada ajang Open Jateng 2026 yang berlangsung di Gelanggang Jatidiri, Semarang.

Hingga Sabtu pagi pukul 09.30 WIB, kontingen telah mengoleksi empat medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.

Dan kontingen Sulteng masih punya peluang menambah pundi-pundi medali hingga pertandingan berakhir.

Manager Tim Open Jateng 2026, Sugiarto Djanun, yang juga merupakan pengurus PASI Kabupaten Banggai kepada Luwuk Times Sabtu, 25 Juli 2026 menjelaskan, empat medali emas tersebut dipersembahkan masing-masing, atas nama Asnidar.

Atlet Banggai ini turun pada nomor 5.000 dan 10.000 meter, Novel dari Poso dan Aril dari Kabupaten Morowali Utara.

Untuk satu medali perak didapatkan Novel pada nomor 5.000 meter. Kemudian untuk dua medali perunggu itu disumbangkan Fitra dari Parigi Moutong. Ia turun pada nomor 800 meter dan 1.500 meter.

“Perolehan medali ini masih sangat berpeluang bertambah. Atlet Banggai atas nama Anas masih akan turun di nomor 100 meter. Sementara Morowali Utara juga masih memiliki peluang melalui Novel di nomor steeplechase,” ujar Sugiarto.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses pembinaan yang dilakukan masing-masing daerah dan dibawah arahannya, para atlet menjalani persiapan dengan disiplin tinggi, didampingi satu ofisial dari pengadukan dengan program pemusatan latihan yang berlangsung di Semarang.

Sugiarto memberikan apresiasi tinggi kepada pelatih Ramdhani Bahmid, pelatih berlisensi nasional yang dipercaya menangani tujuh atlet dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Di bawah arahannya, para atlet menjalani persiapan dengan disiplin tinggi, didampingi satu ofisial dari Pengprov PASI Sulawesi Tengah, Rosmawati.

“Perjuangan di balik prestasi ini luar biasa. Setiap hari kami sudah bangun sejak pukul empat subuh untuk mempersiapkan atlet, memastikan pemanasan berjalan maksimal, melakukan roll call, hingga memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi sebelum bertanding,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama mendampingi tim di Semarang, dirinya menyaksikan langsung dedikasi Ramdhani Bahmid yang bekerja tanpa mengenal waktu.

“Beliau bukan hanya melatih. Mulai dari pengambilan nomor pertandingan, mengurus administrasi, mengawal jadwal, memantau hasil lomba, hingga memastikan makan, minum, dan kondisi fisik atlet benar-benar terkontrol,” katanya.

“Saya melihat sendiri bagaimana beliau bekerja dari subuh hingga lewat magrib selama beberapa hari terakhir. Ini pengorbanan yang luar biasa dan layak mendapatkan apresiasi,” ungkap Sugiarto.

Ia menambahkan, penunjukan Ramdhani Bahmid sebagai pelatih bukan tanpa alasan.

Kepercayaan tersebut diberikan berdasarkan rekam jejak prestasi yang dimilikinya, terlebih dari tujuh atlet yang dibawanya, tiga di antaranya berasal dari Kabupaten Banggai.

Sementara sisanya berasal dari Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, dan Kota Semarang.

Sugiarto juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banggai yang juga menjabat Ketua Umum KONI dan Ketua Umum PASI Kabupaten Banggai H. Amirudin atas dukungan penuh yang diberikan sejak awal keberangkatan tim.

“Saya sudah melaporkan perkembangan kepada Pak Bupati. Beliau memberikan apresiasi yang sangat luar biasa dan meminta agar Asnidar bertemu dengannya sepulang dari Semarang. Dukungan beliau menjadi vitamin sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Menurut Sugiarto, perhatian pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting yang mampu meningkatkan semangat atlet dan ofisial dalam berjuang membawa nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional.

Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut, tidak hanya untuk cabang atletik, tetapi juga seluruh cabang olahraga, terutama nomor-nomor perorangan yang memiliki peluang besar mengharumkan nama daerah melalui prestasi yang terukur.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Banggai. Semoga hingga seluruh pertandingan selesai, kami masih bisa menambah perolehan medali dan membawa pulang hasil terbaik untuk daerah,” tutup Sugiarto. *

Sofyan Labolo