Oleh: Desy Safitri
BARU-BARU ini mahasiswa FKM Unhas melakukan Praktik Belajar Lapangan (PBL III) di Desa Pattiro, Kecamatan Bangkala Barat, Jeneponto, pada 24 Juni 2025 dalam seminarnya telah menyebutkan terdapat tiga permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh desa tersebut. Diantaranya adalah pernikahan dini, kurangnya peserta kelas ibu hamil, dan kebiasaan merokok.
Program yang diberikan kepada masyarakat di desa pattiro adalah program fisik yang meliputi pemasangan poster bahaya pernikahan dini di sekolah menengah pertama yakni MTs Negeri 3 Jeneponto, senam bersama dengan ibu hamil, dan pemasangan stiker bahaya merokok.
Sedangkan program non fisik yakni penyuluhan pernikahan dini, edukasi pentingnya kelas ibu hamil dengan video animasi, dan edukasi bahaya merokok dengan kartu remi.
Perlu diketahui, permasalahan kesehatan diatas juga dapat dilihat dari faktor penyebab terjadinya pernikahan dini, kurang peminat kelas ibu hamil, dan kebiasaan merokok.
Apabila diketahui penyebab dari permasalahan diatas tentu bisa diselesaikan dari akarnya.
Indonesia sendiri, angka pernikahan dini masih menjadi perhatian walaupun mengalami penurunan dari 8,06% pada tahun 2022 menjadi 6,92% pada tahun 2024. Jadi selama 2 tahun lamanya angka pernikahan dini hanya turun 1,14 %.
Beberapa penyebab dari pernikahan dini diantaranya adalah pergaulan bebas hingga harus married by accident atau perjodohan karena tak mampu membiayai anak-anaknya.
Artinya masalah pernikahan dini yang dikhawatirkan adalah kenakalan remaja dan kemiskinan.
Lebih prihatin lagi jumlah perokok di Indonesia kini meningkat. Berdasarkan data survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan Kementerian Kesehatan, terdapat sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia.
Permasalahan ini dikarenakan mudahnya akses mendapatkan rokok karena dijual bebas di warung. Maka perlunya peran negara menekan angka perokok.
Permasalahan berikutnya adalah kurangnya partisipasi kelas ibu hamil. Hal ini kelas ibu hamil dibutuhkan untuk memberikan edukasi keselamatan ibu dan anak, latihan fisik, pemenuhan gizi, dan persiapan menghadapi persalinan.
Permasalahan terjadi karena ibu-ibu di sekitar tidak punya alasan mengapa mereka harus mengikuti kelas-kelas ibu hamil dan stress karena tekanan lingkungan sekitar. Makanya edukasi atau penyuluhan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan keselamatan janin.


