LUWUK TIMES – Malam ke 17 Ramadhan, jamaah Masjid Agung An-Nuur Luwuk kembali mendapat pencerahan.
Pada Kamis (05/03/2026) giliran dr. Jumahir, S.Pd, M.Pd yang bertugas memberikan tausiah.
Dalam ceramahnya, Ustad Jumahir mengangkat tema “Alquran sebagai Pedoman Hidup” dengan merujuk pada Surah Al-Baqarah Ayat 185.
Ia menjelaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan waktu diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Ketika Alquran pertama kali turun, kata Jumahir, masyarakat Arab masih berada pada masa jahiliah. Kehadiran Alquran kemudian menjadi cahaya yang menuntun manusia keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang lebih beradab.
“Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad selama sekitar 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari. Dalamnya terdapat 30 juz, 114 surah, dan 6.666 ayat yang menjadi pedoman bagi kehidupan umat manusia,” jelasnya kepada para jamaah.
Menurutnya, wahyu pertama yang turun adalah perintah membaca dan menulis melalui Surah Al-Alaq. Hal itu menegaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan literasi.
Meski wahyu pertama adalah Surah Al-Alaq, Ustad Jumahir menambahkan bahwa susunan Alquran mulai dari Surah Al-Fatihah bukan tanpa alasan. Urutan tersebut telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad dan menjadi pedoman dalam penulisan mushaf.
Alquran Dikumpulkan
Ia juga mengisahkan bagaimana Alquran mulai dikumpulkan secara sistematis pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq setelah banyak penghafal Alquran wafat dalam berbagai peperangan.
Usulan pengumpulan mushaf itu datang dari Umar bin Khattab agar ayat-ayat suci tetap terjaga keasliannya.
Kemudian pada masa Utsman bin Affan, mushaf Alquran disusun dan diseragamkan sehingga dikenal dengan sebutan Mushaf Utsmani yang digunakan umat Islam hingga saat ini.
Akhir tausiahnya, Ustad Jumahir mengingatkan jamaah bahwa menjadikan Alquran sebagai petunjuk hidup tidak cukup hanya dengan menyimpannya di rumah.
“Langkah pertama adalah membacanya, kemudian mempelajarinya, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita memahami makna ayat-ayatnya, maka shalat kita akan lebih khusyuk,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh jamaah memanfaatkan bulan suci Ramadhan untuk lebih dekat dengan Alquran, memperbanyak membaca, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Tausiah malam itu pun ditutup dengan ajakan sederhana namun penuh makna: memperbanyak membaca Alquran agar Ramadhan tidak berlalu tanpa bekas dalam kehidupan spiritual umat. *
Reporter Sofyan Labolo















