Meneladani Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan, Pesan Mendalam dari Kajian di Masjid Agung An-Nuur Luwuk

oleh -106 Dilihat
oleh
Ustad Iswan Kurnia Hasan

LUWUK TIMES – Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Agung An-Nuur Luwuk pada Jumat (20/2/2026) dalam kegiatan Kajian Alquran yang menghadirkan Ustad Iswan Kurnia Hasan sebagai pemateri.

Dalam tausiyahnya dihadapan para jamaah shalat Subuh mengupas secara mendalam fiqih puasa serta keagungan bulan suci Ramadhan.

Iswan Kurnia Hasan menyampaikan bahwa Ramadhan disebut sebagai bulan agung.

Itu karena kemuliaan dan limpahan pahala yang Allah SWT janjikan di dalamnya.

Bahkan amalan bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar, hingga mampu melampaui pahala amalan bulan-bulan lainnya.

Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menyampaikan bahwa siapa saja yang bershalawat satu kali kepada Nabi, maka Allah SWT akan membalasnya dengan sepuluh kali shalawat.

Parallax Image

Pesan ini menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa memperbanyak shalawat, terlebih di bulan penuh berkah.

Baca Juga:  Kapolres Banggai AKBP Ade Nuramdani Salurkan Bansos Untuk Warga di Luwuk

 

Bulan Istimewa 

Dalam kajian tersebut juga ia mengulas hadis tentang kemuliaan Ramadhan yang menjelaskan mengapa Ramadhan menjadi bulan istimewa.

Salah satu alasannya adalah karena Ramadhan merupakan “titik terdekat antara langit dan bumi”, bulan di mana doa-doa lebih mudah diijabah dan rahmat Allah SWT begitu dekat dengan hamba-Nya.

Baca Juga:  Koramil 1308-07 Pagimana Berbagi Takjil

Iswan Kurnia Hasan turut menyinggung teladan Rasulullah SAW yang terkenal sebagai manusia terbaik dan paling dermawan.

Kedermawanan beliau semakin tampak di bulan Ramadhan. Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj, disebutkan bahwa Malaikat Jibril datang setiap malam di bulan Ramadhan untuk mengkaji Alquran bersama Rasulullah SAW.

Momentum inilah yang menjadi dasar anjuran memperbanyak membaca dan mengkaji Alquran selama Ramadhan.

“Waktu terbaik bulan Ramadhan adalah malam hari,” jelasnya, merujuk pada riwayat dari Ibn Rajab al-Hanbali.

Malam-malam Ramadhan menjadi saat paling istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui qiyamul lail, tilawah Alquran, dan memperbanyak doa.

Baca Juga:  Berjuang untuk Palestina, Tiga Pesan Syekh Omar Mamoon Mustafa buat Warga Kabupaten Banggai

Kedermawanan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan bahkan diibaratkan seperti angin yang bertiup kencang dan menyentuh seluruh penjuru Madinah.

Seluruh masyarakat merasakan manfaat dan keberkahan dari sifat mulia tersebut.

Kajian ini diharapkan semakin menumbuhkan semangat umat Islam untuk menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan dengan amal ibadah terbaik.

“Semoga seluruh amalan kita di bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT,” kata Iswan Kurnia Hasan. *

Reporter Sofyan Labolo