Tausiah Iswan Kurnia Hasan di Masjid Agung An-Nuur Luwuk: Puasa, Hadiah Terindah Seorang Hamba untuk Allah SWT

oleh -29 Dilihat
oleh
Ustad Iswan Kurnia Hasan menyampaikan tausiah usai shalat Subuh di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Sabtu 21 Februari 2026. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Ustad Iswan Kurnia Hasan mengatakan, Ramadhan bukan sekadar bulan suci yang dipenuhi keberkahan. Akan tetapi didalamnya terdapat satu ibadah yang istimewa dan utama.

Puasa, Ibadah ini secara khusus diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqarah, menegaskan kedudukannya yang sangat mulia dalam syariat Islam.

Pertanyaannya, mengapa puasa begitu dilekatkan dengan bulan Ramadhan?

Mengapa bukan bulan Muharram atau bulan lainnya?

Jawabannya terletak pada keutamaan dan nilai ibadah puasa yang tidak tertandingi oleh amalan lain.

Dalam menyampaikan tausiah di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Sabtu 21 Februari 2026, Iswan menyatakan, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad bin Hanbal, dikisahkan tentang sahabat Nabi, Abu Umamah.

Ia pernah datang kepada Muhammad SAW yang saat itu tengah mempersiapkan pasukan perang.

Abu Umamah meminta didoakan agar gugur sebagai syahid. Namun Rasulullah justru mendoakan keselamatan baginya, termasuk keselamatan dalam peperangan tersebut.

Permintaan itu tak berhenti sekali. Hingga tiga kali Abu Umamah memohon doa agar mati syahid.

 

Amalan Masuk Surga

Namun pada kesempatan keempat, ia datang dengan permintaan berbeda, “Wahai Rasulullah, perintahkan kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.”

Rasulullah SAW pun bersabda, “Hendaklah engkau berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu tidak ada tandingannya.”

Sejak saat itu, menurut para sahabat, tidak pernah terlihat asap mengepul dari rumah Abu Umamah pada siang hari—tanda bahwa ia senantiasa berpuasa.

Jika suatu ketika terlihat asap, itu pertanda ia sedang menjamu tamu dan tidak berpuasa demi memuliakan tamunya.

Kisah ini kata Iswan menegaskan bahwa bahkan puasa sunnah saja menjadi jalan yang memudahkan seseorang menuju surga.

Apalagi puasa wajib di bulan Ramadhan tentu pahala dan ganjarannya jauh lebih dahsyat.

Dalam syariat Islam, terdapat banyak ibadah agung: shalat, zakat, dan haji.

Namun mengapa Rasulullah lebih mengutamakan puasa dalam nasihatnya kepada Abu Umamah?

Para ulama menjelaskan, seluruh ibadah pada dasarnya kembali manfaatnya kepada manusia.

Shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, zakat menyucikan harta, haji menyempurnakan keislaman.

Namun puasa memiliki keistimewaan tersendiri. Puasa adalah “hadiah” khusus untuk Allah SWT.

Dalam puasa, hampir tidak ada ruang untuk riya atau pamer.

Orang bisa saja memperlihatkan shalatnya, memperdengarkan sedekahnya, atau menceritakan hajinya.

Tetapi puasa adalah rahasia antara hamba dan Tuhannya.

Hanya Allah yang benar-benar mengetahui apakah seseorang sungguh berpuasa atau tidak.

Itulah sebabnya Ramadhan dimuliakan dengan ibadah puasa.

Karena di dalamnya terdapat latihan keikhlasan, kesabaran, dan ketundukan total kepada Allah SWT. *

Reporter Sofyan Labolo