LUWUK TIMES – Kajian Alquran bersama Ustad Muadz kembali digelar pada Senin (9/3/2026) usai salat Subuh, bertempat Masjid Agung An-Nuur Luwuk.
Kegiatan ini merupakan hari ke-9 dari rangkaian kajian yang terjadwalkan berlangsung selama 10 hari.
Dalam kajian tersebut, Ustad Muadz membahas salah satu kaidah penting dalam Alquran yang disebutkan sebanyak lima kali, yaitu bahwa seseorang tidak akan memikul dosa orang lain.
Prinsip ini menunjukkan bagaimana Islam menegakkan keadilan secara sempurna. Setiap manusia akan menerima balasan sesuai dengan amal perbuatannya sendiri.
Menurutnya, dalam Alquran Allah menggunakan kata “wizr” yang berarti beban. Dosa digambarkan sebagai beban yang berada pada pundak manusia. Artinya, setiap orang bertanggung jawab atas beban dosa yang ia lakukan sendiri.
“Ini menggambarkan kesempurnaan Islam. Allah sangat adil dan bijaksana dalam memberikan balasan. Kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan keburukan dibalas dengan keburukan,” jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa seseorang dapat menanggung dosa tambahan apabila ia menyesatkan orang lain.
Dalam hal ini, pelaku bukan hanya menanggung dosa pribadinya, tetapi juga dosa dari orang yang mengikuti kesesatan yang ia sebarkan karena adanya andil dalam perbuatan maksiat tersebut.
Doktrin Menyesatkan
Ustad Muadz juga menekankan pentingnya tanggung jawab bagi orang yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat.
Jika pernah menyebarkan ajaran atau doktrin yang keliru, maka selain bertaubat kepada Allah, ia juga wajib meluruskan kesalahan tersebut kepada publik.
Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah yang menjelaskan bahwa siapa pun yang mencontohkan kebaikan akan mendapatkan pahala dari orang-orang yang mengikutinya.
Sebaliknya, orang yang memberi contoh keburukan akan terus menerima dosa selama perbuatan tersebut masih diikuti hingga hari kiamat.
Sebagai contoh dalam sejarah, ia menyebut kisah Qabil yang membunuh saudaranya Habil.
Peristiwa itu menjadi awal dari dosa pembunuhan dalam sejarah manusia sehingga setiap pembunuhan setelahnya turut menambah dosa bagi Qabil.
Sebaliknya, Rasulullah menjadi manusia dengan pahala yang sangat besar. Karena seluruh amal kebaikan dilakukan umatnya juga berakar dari ajaran yang beliau sampaikan.
Ustad Muadz menutup kajian dengan mengingatkan bahwa akhirat kelak setiap manusia akan sibuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Bahkan iblis yang selama ini menggoda manusia pun tidak akan menanggung dosa orang-orang yang ia sesatkan.
“Di akhirat nanti tidak ada yang mau memikul dosa orang lain. Setiap orang akan mempertanggungjawabkan amalnya sendiri kapasa Allah,” pungkasnya. *
Reporter Sofyan Labolo



