LUWUK TIMES, Banggai – Aroma menyengat khas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara, siang itu mendadak kalah oleh hangatnya atmosfer kebersamaan.
Pada Rabu (24/6/2026), di bawah terik matahari, langkah kaki Kapolres Banggai, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, tampak mantap menyusuri kawasan yang kerap luput dari pandangan mata publik tersebut.
Kehadiran orang nomor satu di Polres Banggai ini bukan untuk urusan penegakan hukum yang kaku, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan.
Didampingi barisan ibu-ibu Bhayangkari, kedatangan mereka membawa angin segar berupa 56 paket sembako untuk warga yang menggantungkan hidup di sekitar area pembuangan sampah tersebut.
Aksi nyata ini digelar dalam rangka menyongsong Hari Bhayangkara ke-80. Namun, lebih dari sekadar seremoni ulang tahun institusi, TPA Desa Bunga dipilih secara sadar sebagai simbol bahwa kehadiran Polri harus menyentuh sudut-sudut yang paling membutuhkan perhatian khusus.
Sentuhan Humanis di Balik Seragam
Bukan sekadar serah-terima bantuan yang kilat. Suasana di lapangan justru mencerminkan dialog yang hidup.
Dengan pendekatan yang jauh dari kesan formal, para personel kepolisian membaur dan menyapa warga dengan ramah.
Mereka duduk bersama, mendengarkan keluh kesah, serta menyerap langsung aspirasi yang selama ini tersimpan di benak masyarakat akar rumput.
Di sela-sela riuhnya canda tawa warga yang menerima bantuan, AKBP Wayan Wayracana Aryawan menyempatkan diri untuk memberikan pesan-pesan sejuk terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Ini merupakan komitmen Polri untuk selalu dekat dengan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” ujar AKBP Wayan dengan nada humanis.
Merajut Kepercayaan, Menjaga Kedamaian
Bagi Polres Banggai, sinergitas yang erat antara aparat dan warga adalah kunci utama dari daerah yang kondusif.
Kehadiran langsung polisi di lapangan diharapkan mampu menjadi benteng pencegah potensi gangguan keamanan, sekaligus memperkuat kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri menjelang hari jadinya yang ke-80.
Saat matahari mulai bergeser condong ke barat, kegiatan bhakti sosial itu pun berakhir dengan lancar.
Tidak ada ketegangan, yang tersisa hanyalah senyum terkembang dari warga TPA Desa Bunga dan komitmen yang makin menebal dari para korps baju cokelat.
Hari itu, dari sebuah sudut pembuangan akhir di Luwuk Utara, semangat untuk mengabdi kembali dikobarkan—sebuah ikhtiar nyata demi memastikan Kabupaten Banggai tetap menjadi rumah yang nyaman, aman, dan damai bagi siapa saja. *

