Advertising

Example floating
Example floating

19,62 Persen Masyarakat Kabupaten Banggai tak Memilih

Sofyan
Suasana TPS 3 Kelurahan Baru Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. (Foto: Sofyan Labolo Luwuk Times)
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGGAI— Berdasarkan data KPU Kabupaten Banggai sebanyak 19,62 persen masyarakat tidak menggunakan hak pilih pada Pilkada Banggai 2024. Meski begitu partisipasi pemilih di daerah ini, termasuk cukup baik, yakni 80,38 persen.

Komisioner KPU Kabupaten Banggai, Mahmud dalam keterangan kepada sejumlah media, Jumat 6 Desember 2024 mengatakan, tahapan pemilihan kepala daerah sudah sebagian besar terlaksana.

IMG-20260829-WA0006

Diantaranya hari pencoblosan tanggal 27 November hingga rekapitulasi secara berjenjang, sampai pada tingkat kabupaten, yang terjadwal dari 4-6 Desember.

Baca Juga:  Misi Pertahankan Tahta Porprov, Bupati Amirudin Pimpin Langsung Strategi Kontingen Banggai

“Terima kasih kami kepada masyarakat Banggai yang telah menggunakan hak konstitusi nya untuk memilih pemimpin di tanah Babasalan,” kata Mahmud.

Untuk angka partisipasi pemilih sambung Mahmud masih cukup baik, yakni 80,38 persen dari total daftar pemilih yang terdaftar di KPU Banggai.

Angka persentase itu melebih target dari Kemendagri yakni 80 persen.

Baca Juga:  Serpihan Maldives di Bualemo: Ketika Bupati Banggai Amirudin Jatuh Hati pada Pasir Putih Taima

“Alhamdulillah Banggai, salah satu kabupaten yang melebihi target 80 persen dari pemerintah tersebut,” ucap Mahmud.

Itu berarti kata Mahmud lagi, sebanyak 19,62 persen masyarakat Banggai yang tidak datang memilih.

“Tidak datang memilihnya masyarakat Banggai juga adalah hak mereka untuk tidak memilih,” ucapnya.

Dia menjelaskan, dalam ilmu partisipasi, masyarakat kita bisa klasifikasi kan faktor penyebabnya.

Baca Juga:  Serpihan Maldives di Bualemo: Ketika Bupati Banggai Amirudin Jatuh Hati pada Pasir Putih Taima

Seperti kesadaran politik, faktor sosial (sedang bekerja, sakit dll), faktor ekonomi, faktor pendidikan pemilih, faktor pendidikan politik.

Di lain sisi, dapat di tarik faktor lain bahwa salah satu tantangan besar pada pilkada kali ini adalah potensi political fatigue atau kelelahan politik disebabkan masyarakat baru saja melalui Pemilu 2024. *

**) Ikuti berita terbaru Luwuk Times di Google News

-->