Advertising

Example floating
Example floating

Bupati Banggai Amirudin Tegaskan Masyarakat Terdampak Jadi Prioritas Proyek Senoro Selatan

Sofyan
Bupati Banggai H. Amirudin. (Foto Andika Luwuk Times)
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK – Bupati Banggai, H Amirudin menegaskan masyarakat terdampak jadi prioritas pekerja proyek Senoro Selatan.

Garansi ini disampaikan Amiruddin saat menghadiri rapat penyelesaian pengadaan tanah proyek pengembangan Senoro Selatan yang digelar oleh Forkopimda Kabupaten Banggai bersama SKK Migas-JOB Tomori di Ballroom Hotel Swissbellin Luwuk, belum lama ini.

Rapat ini bertujuan untuk menyelesaikan persoalan terkait pengadaan tanah yang diperlukan untuk jalur pipanisasi gas cair menuju kilang, guna mendukung kelancaran proyek pengembangan sumur gas Senoro Selatan.

Baca Juga:  Skandal Pungli Jaspel Nakes di Banggai Diduga Terstruktur dan Diotaki Oknum Kapus

Dalam arahannya, Bupati Amirudin menegaskan pentingnya keberpihakan kepada masyarakat terdampak proyek.

Ia memastikan bahwa mereka akan menjadi prioritas utama dalam penyediaan lapangan pekerjaan.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pemanfaatan sektor migas.

“Pendapatan terbesar kita salah satunya didukung oleh Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Ini menjadi bukti pentingnya sektor ini dalam pembangunan daerah,” ujar Bupati Amirudin.

Baca Juga:  Bupati Amirudin Apresiasi Kunjungan Mentan Amran ke Toili, Momentum Dongkrak Kesejahteraan Petani Banggai

Ia juga menekankan proyek ini sejalan dengan visi pembangunan nasional, seperti yang diamanatkan dalam Asta Cita Presiden, khususnya terkait kemandirian bangsa melalui pengelolaan sumber daya energi yang berkelanjutan.

Diskusi yang berlangsung intensif dalam rapat ini menitikberatkan pada upaya mencari solusi terbaik yang mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus kebutuhan proyek.

Pemerintah daerah berharap kesepakatan yang dihasilkan mampu memberikan manfaat yang adil bagi semua pihak.

“Kesepakatan ini harus bisa mencerminkan komitmen kita bersama untuk mendorong pembangunan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Saat Pena Media Memecah Sunyi, Napas Lega Nakes Banggai Usai Bertahun-tahun Terbungkam

Rapat tersebut ditutup dengan kesepakatan awal yang akan ditindaklanjuti oleh semua pihak dalam waktu dekat.

Langkah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan SKK Migas-JOB Tomori dalam mengutamakan kesejahteraan masyarakat tanpa menghambat progres proyek strategis nasional. * dik


Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan saluran WhatsApp Channel


 

-->