Advertising

Example floating
Example floating

Gelar AIFO Buat Pegiat Olahraga yang Belum Sarjana, Begini Penjelasan KONI Sulteng

Sofyan
Kegiatan AIFO di Luwuk Kabupten Banggai, beberapa waktu lalu.
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES – Sehubungan dengan munculnya pertanyaan publik mengenai pemberian gelar Ahli Ilmu Faal Olahraga (AIFO) kepada seorang tokoh olahraga yang belum memiliki gelar sarjana, KONI Sulteng memberi penjelasan.

Tujuan utama dari edukasi secara terbuka ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

IMG-20260829-WA0006

Menurut pengurus KONI Sulteng, Hendra Iskandar, S.Pd.,M.Pd., AIFO-P, Minggu (03/08/2025), pemberian gelar AIFO merupakan bentuk penghargaan kehormatan (honorary title) kepada individu yang telah menunjukkan dedikasi, komitmen, dan kontribusi luar biasa dalam membina serta memajukan olahraga wilayah Sulawesi Tengah selama bertahun-tahun.

AIFO sambung Hendra, bukan merupakan gelar akademik formal melalui jalur pendidikan tinggi. Akan tetapi sebuah bentuk apresiasi atas jasa dan pengabdian nyata.

Baca Juga:  Gonjang-Ganjing Porprov Sulteng di Morowali Berakhir Lega, Banggai Langsung Geber Persiapan

Hendra yang beberapa waktu lalu sebagai panitia pelaksana kegiatan AIFO di Luwuk Kabupten Banggai ini menambahkan, perkembangan dunia olahraga tidak hanya bertumpu pada jalur akademik semata.

Banyak pelaku olahraga tingkat akar rumput yang telah memberikan kontribusi besar dalam membina atlet, memajukan prestasi, dan menggerakkan komunitas olahraga dengan ketulusan dan dedikasi penuh.

Meskipun mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang olahraga.

Pengalaman lapangan, pengetahuan praktis, serta kiprah mereka yang konsisten menjadi aset berharga bagi kemajuan olahraga daerah dan nasional.

Baca Juga:  Kodim 1308/LB Gandeng KONI Banggai Gelar Olahraga Multi-Cabor Terbuka untuk Umum

Pemberian gelar AIFO kehormatan ini melalui proses pertimbangan yang matang oleh berbagai pihak.

Mulai dari rekam jejak pengabdian dan dedikasi di dunia olahraga, kontribusi nyata dalam pembinaan atlet dan pengembangan olahraga masyarakat hingga integritas, komitmen, dan peran aktif pada komunitas olahraga.

Hendra menegaskan bahwa gelar kehormatan ini tidak berkaitan dengan syarat administratif jabatan.

Termasuk engakuan akademik, atau kelayakan profesi secara formal.

Tapi gelar ini murni sebagai bentuk simbol penghormatan terhadap individu yang telah mengabdikan diri secara nyata demi kemajuan olahraga.

Baca Juga:  Tangan Dingin Agus Damalante Ukir Sejarah, Bola Voli Banggai Perdana Raih Emas Popda Sulteng

Penghargaan semacam ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat luas.

Pengabdian dan kerja keras di lapangan memiliki nilai yang sama pentingnya dengan capaian akademik.

Dunia olahraga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Baik yang menempuh jalur akademis maupun yang mendedikasikan diri melalui pengalaman langsung di lapangan.

Pada penghujung komentar, Hendra mengajak seluruh masyarakat untuk melihat penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat pengabdian.

Termasuk mendukung upaya-upaya pembinaan olahraga Sulawesi Tengah dan Indonesia pada umumnya. *

Sofyan Labolo

-->