Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
LUWUK TIMES, Luwuk – Deru mesin dan adrenalin balapan memang menjadi daya tarik utama Banggai Prix Championship 2026. Namun di balik kecepatan para pembalap, panitia memastikan ada satu hal yang tidak boleh ikut dipertaruhkan. Apa itu? Yakni keselamatan penonton.
Komitmen itu ditunjukkan dengan mematangkan sistem keselamatan lintasan dan skema pengamanan jauh sebelum balapan digelar.
Panitia Banggai Prix Championship 2026 menggelar rapat koordinasi bersama Safety Officer, Polresta Banggai, Kodim 1308/Luwuk Banggai, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai. Tidak ketinggalan KONI Kabupaten Banggai.
Pertemuan lintas instansi pada Rabu (02/09/2026) bertempat Mapolresta Banggai tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kejuaraan berlangsung, bukan hanya meriah dan kompetitif.
Akan tetapi juga aman bagi pembalap, official, petugas hingga masyarakat yang datang menyaksikan langsung dari pinggir lintasan.
Pembahasan dimulai dengan memetakan titik-titik yang memiliki potensi risiko kecelakaan di sepanjang lintasan.
Penempatan Penonton
Setiap tikungan dan area yang dinilai rawan mendapat perhatian khusus. Dari pemetaan tersebut, panitia bersama unsur pengamanan kemudian menyusun pola penempatan penonton agar masyarakat tidak berada terlalu dekat dengan jalur balapan.
Salah satu keputusan penting adalah menetapkan zona merah yang wajib steril dari penonton.
Zona tersebut terutama berada di tikungan dan sejumlah titik lintasan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Penonton nantinya hanya diperbolehkan berada di area yang telah ditentukan, dengan pengawasan serta pengamanan petugas.
Dengan skema ini, panitia ingin memastikan antusiasme penonton tidak berubah menjadi risiko.
Penonton tetap bisa menikmati ketegangan balapan, tetapi dari posisi yang aman.
Tak hanya soal posisi penonton, pengaturan arus kendaraan di sekitar kawasan sirkuit juga menjadi perhatian.
Rekayasa Lalu Lintas
Dinas Perhubungan bersama jajaran kepolisian akan menyiapkan rekayasa dan pengendalian lalu lintas.
Termasuk mengatur akses keluar-masuk lokasi kegiatan serta menyiapkan kantong-kantong parkir.










