-->
-->

Lawan Lonjakan Kasus HIV/AIDS, BKPRMI dan Pemkab Banggai Serukan Pemuda Masjid Turun Tangan

Sofyan
Ketua DPD BKPRMI Banggai Angga Saputra
A-AA+A++

Luwuk Times, Banggai — Maraknya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banggai menuntut aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat.

Menanggapi situasi ini, Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Banggai mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat benteng pencegahan, terutama di kalangan generasi muda.

Langkah ini diperkuat dalam forum konsultasi dan edukasi bertajuk “Peran Penting Para Pemangku Kepentingan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Ormas, dan Komunitas dalam Rangka Pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Banggai.”

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banggai dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Marsidin Ribangka.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banggai menegaskan bahwa ancaman HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan karena telah menelan banyak korban jiwa. Ia meminta anak muda untuk lebih mawas diri dan menjaga pergaulan.

Baca Juga:  Sabu Hantam Anak Muda di Banggai, BKPRMI: Masjid Harus Jadi Benteng Pertahanan

“Tugas pencegahan ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi beban kita bersama. Mari jaga diri, jaga keluarga, dan tingkatkan edukasi terkait bahaya serta solusi pencegahan HIV/AIDS di lingkungan pergaulan sehari-hari,” tegas Wakil Bupati.

Kepanikan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banggai per Mei 2026, tercatat akumulasi kasus di daerah ini mencapai 601 kasus HIV dan 385 kasus AIDS, dengan angka kematian mencapai 130 orang.

Terkuak pula fakta memprihatinkan bahwa kelompok usia muda (15–24 tahun) menyumbang 109 kasus, dengan faktor risiko penularan didominasi oleh perilaku homoseksual sebesar 45%.

Menanggapi angka kasus yang memprihatinkan ini, Ketua DPD BKPRMI Banggai Angga Saputra menekankan pentingnya mengoptimalkan peran masjid.

Baca Juga:  Sikap Humanis Ahli Waris Albakkar, segera Hibahkan Legalitas Lahan untuk 23 KK Taat Hukum di Luwuk Utara

Menurut pentolan aktivis Gumer Luwuk ini, masjid tidak boleh sekadar menjadi tempat ritual ibadah, tetapi harus ditransformasikan sebagai ruang pembinaan karakter dan edukasi sosial yang solutif.

“Pemuda dan masjid harus hadir menjawab persoalan sosial. Pencegahan HIV/AIDS tidak cukup hanya dengan imbauan, tapi harus dibarengi pembinaan generasi muda, penguatan fungsi keluarga, pendidikan agama, dan penyampaian informasi kesehatan yang valid,” ujar Ketua DPD BKPRMI Banggai.

Ia juga menambahkan bahwa pencegahan harus diupayakan sejak dini, bukan saat kasus sudah melonjak.

“Jangan sampai persoalan HIV/AIDS baru kita bahas setelah ada korban. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil—keluarga, sekolah, masjid, hingga komunitas,” lanjut Angga.

Baca Juga:  PLN Luwuk Kembali Bikin Pelanggan Kabupaten Banggai Tak Nyaman

BKPRMI Banggai mengajak para pemuda Islam untuk melepaskan sikap apatis dan berani mengambil peran.

Aktivis masjid diharapkan mampu merancang dakwah yang relevan dengan problematika riil anak muda, mulai dari bahaya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, pemahaman kesehatan reproduksi, hingga penguatan moralitas.

“Masjid harus melahirkan generasi yang teguh imannya, baik akhlaknya, sehat jasmaninya, dan punya kepedulian sosial tinggi. Tugas pemuda masjid bukan cuma memakmurkan bangunan masjid, tapi membawa nilai-nilai kebermanfaatan masjid ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

Melalui sinergi erat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan edukasi pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Banggai dapat berjalan masif, inklusif, dan berkelanjutan. *

-->

Pos Terkait