Bupati Banggai Amirudin Hadiri Rakornas Antisipasi Kemarau 2026, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan

oleh -183 Dilihat
oleh

LUWUK TIMES – Bupati Banggai, H. Amirudin, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi krisis pangan akibat perubahan iklim.

Kehadiran Amirudin dalam agenda nasional tersebut menegaskan komitmen Kabupaten Banggai dalam mendukung upaya pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Hal ini juga disampaikannya melalui akun media sosial pribadinya, Selasa 21 April 2026.

Baca Juga:  Banyak ASN yang Jarang Masuk, Bupati Banggai Amirudin: BKPSDM jangan Toleransi

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan musim kemarau.

Rakornas tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi sepanjang tahun 2026.

Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) periode 2026–2030 di Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Baca Juga:  Bangun Sektor Olahraga di Kabupaten Banggai, Bupati Amirudin MoU dengan UPI Jawa Barat

Berdasarkan prediksi BMKG, Indonesia akan memasuki fase transisi menuju fenomena El Nino pada periode April hingga Desember 2026.

Kondisi ini diperkirakan menyebabkan sekitar 64,5 persen wilayah mengalami curah hujan di bawah normal, yang berpotensi menurunkan luas tambah tanam dan meningkatkan risiko gagal panen, terutama pada lahan tadah hujan.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan langkah antisipatif, di antaranya melalui penyaluran alat dan mesin pertanian serta bantuan pompa air ke berbagai daerah terdampak.

Baca Juga:  HUT Damkar ke 105, Sulteng Fire Fighter Skill Competition 2024 Dipusatkan di Luwuk Banggai

Melalui forum Rakornas ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan bergerak cepat dalam menghadapi tantangan musim kemarau.

Dengan dukungan teknologi, kolaborasi yang solid, serta komitmen bersama, ketahanan dan kedaulatan pangan nasional diyakini dapat terus terjaga secara berkelanjutan. *

No More Posts Available.

No more pages to load.