Dari Niat Hingga Berangkat Haji: Kisah Nenek 95 Tahun Menginspirasi Jamaah di Masjid Agung Luwuk

oleh -53 Dilihat
oleh
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banggai, H. Aswari menjadi pembawa tausiyah pada malam ke 19 Ramadhan, bertempat Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Minggu (08/03/2026) malam. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banggai, H. Aswari menjadi pembawa tausiyah pada malam ke 19 Ramadhan, bertempat Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Minggu (08/03/2026) malam.

Ia menyampaikan ceramah tentang hakikat ibadah haji sekaligus pentingnya menumbuhkan rasa syukur dan kesabaran dalam kehidupan.

Dalam tausiyahnya, H. Aswari menegaskan, separuh dari keimanan seorang muslim terletak pada dua hal utama, yakni syukur dan sabar. Menurutnya, kedua sikap ini menjadi landasan penting bagi umat Islam dalam menjalani berbagai ujian kehidupan, termasuk dalam menunaikan ibadah haji.

Ia menjelaskan, haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, sebagaimana tertuang dalam ajaran Islam. Namun, ia mengingatkan agar umat tidak mudah mengatakan tidak mampu sebelum benar-benar berusaha.

“Sebagian kewajiban manusia adalah menunaikan haji bagi yang mampu. Barang siapa yang ingkar dan mengatakan tidak mampu tanpa usaha, maka Allah bisa saja memberi ketidakmampuan itu,” ujarnya.

Dalam penjelasannya tentang hakikat berhaji, H. Aswari mengangkat dua poin penting.

Pertama adalah hakikat talbiah. Yakni pengakuan penuh seorang hamba kepada Allah bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya. Melalui talbiah, seorang muslim menegaskan keimanan dan kepasrahannya kepada Allah.

Kisah Inspiratif

Ia juga menceritakan kisah inspiratif seorang nenek berusia 95 tahun dari Kalimantan yang akhirnya dapat menunaikan ibadah haji.

Nenek tersebut sudah berniat berhaji sejak usia 85 tahun dan menabung secara perlahan. Setelah berhasil mengumpulkan sekitar Rp25 juta, ia mendaftarkan diri dan menunggu antrean selama lima tahun. Dan akhirnya berangkat Haji melalui porsi lansia.

“Kisah ini menjadi pelajaran bahwa niat yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh dapat membuka jalan. Jangan mudah mengingkari kemampuan sebelum benar-benar berusaha,” jelasnya.

Poin kedua adalah bahwa segala kehormatan dan kemuliaan sejatinya hanya milik Allah. Ia mengingatkan agar manusia tidak terlalu membanggakan jabatan, pangkat, atau kedudukan di dunia.

Menurutnya, jabatan hanyalah amanah sementara yang tidak akan kita bawa hingga kematian. Bahkan, jika tidak kita jalankan dengan baik, jabatan justru dapat menjadi sumber kehinaan bagi seseorang.

“Segala kehormatan dan pangkat tidak ada apa-apanya di mata Allah. Karena itu, jangan terlalu bangga dengan jabatan,” tegasnya.

Menutup tausiyahnya, H. Aswari mengajak umat Islam untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan memperkuat iman dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

“Marilah kita isi kalbu kita dengan iman di bulan Ramadan ini dan terus meningkatkan ketakwaan,” pungkasnya. *

Reporter Sofyan Labolo