LUWUK TIMES – Sudah dua hari lamanya, warga Kecamatan Luwuk Utara yang bermukim di perumahan samping GOR Kilongan harus menjalani hari-hari tanpa aliran air bersih.
Dari pagi hingga malam, kran tetap kering, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
Pihak PDAM Unit Kilongan menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi akibat keterbatasan debit air di wilayah tersebut.
Meski demikian, pihak PDAM mengklaim tengah berupaya melakukan perbaikan.
“Masih kami upayakan. Khusus perumahan samping GOR Kilongan ini memang karena kekurangan debit air. Ke depan akan kami tambah debitnya,” ujar Latif, pegawai PDAM Unit Kilongan, Kamis (15/1/2026).
Namun penjelasan tersebut belum mampu meredam kekecewaan warga.
Bagi para pelanggan, air bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kelangsungan aktivitas sehari-hari.
Warga menilai, pelayanan PDAM selama ini terasa timpang.
Saat pelanggan terlambat membayar tagihan, pemutusan aliran air dilakukan tanpa kompromi.
Bahkan, untuk menyambung kembali, pelanggan harus membayar biaya pemasangan ulang.
Sebaliknya, ketika gangguan justru berasal dari pihak PDAM, pelanggan merasa dibiarkan menanggung akibatnya sendiri.
“Ini sangat tidak adil. Kalau kami telat bayar, langsung diputus. Tapi ketika air tidak mengalir sampai dua hari, tidak ada kompensasi apa pun untuk pelanggan,” keluh salah seorang warga dengan nada kecewa.
Dampak matinya aliran air ini tidak hanya dirasakan di dapur dan kamar mandi.
Sejumlah warga terpaksa membeli air galon isi ulang demi memenuhi kebutuhan dasar.
Biaya hidup pun bertambah, di tengah kondisi ekonomi yang tak selalu mudah.
Lebih memprihatinkan lagi, gangguan ini juga menghantam warga yang menggantungkan hidup dari usaha kecil, seperti jasa laundry.
“Kalau air tidak ada, ini sama saja mematikan usaha laundry kami,” ujar seorang warga perumahan samping GOR Kilongan, pasrah.
Warga berharap, PDAM tidak hanya hadir saat menagih kewajiban pelanggan, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab dan empati ketika layanan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

