Ini 10 Obat Diare yang Ampuh

oleh -7 Dilihat
oleh
Ilustrasi foto alodokter

Sebagai obat diare, Neo Enterostop dikonsumsi 2 tablet tiap buang air besar cair, maksimal 12 tablet per hari. Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun, cukup minum 1 tablet Neo Enterostop tiap kali mencret, maksimal 6 tablet per hari.

6) New Diatabs

New Diatabs berisi attapulgite yang ampuh untuk mengatasi diare. Bahan alami di dalam obat diare ini berfungsi untuk mengikat kuman atau racun pemicu diare, lalu mengeluarkannya bersama feses. Attapulgite juga berkhasiat memadatkan tinja sehingga buang air besar tidak cair lagi.

New Diatabs dijual bebas dalam sediaan tablet yang bisa diminum oleh anak usia 6 tahun ke atas hingga dewasa. Ibu hamil atau menyusui juga boleh minum obat ini saat diare.

New Diatabs diminum 2 tablet setiap selesai mencret dengan dosis maksimal 12 tablet per hari. Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun, obat diare ini diminum 1 tablet setiap selesai BAB, dengan dosis maksimal 6 tablet per hari.

7) Pharolit

Pharolit adalah larutan gula dan garam untuk mencegah dan mengobati dehidrasi akibat diare. Cairan oralit ini dibuat dari campuran air, elektrolit natrium klorida, kalium klorida, trisodium sitrat dihidrat, dan gula jagung (glukosa anhidrat).

Kandungan elektrolit dalam oralit bermanfaat untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang karena diare, serta menambah energi. Dengan begitu, diare tidak menyebabkan dehidrasi yang bisa membuat lemas dan sulit beraktivitas.

Pharolit bisa diminum sebagai obat diare untuk segala usia, mulai dari bayi hingga dewasa. Oralit ini juga bagus digunakan sebagai obat mencret selama hamil atau menyusui.

Larutkan sebungkus Pharolit dalam 200 ml air putih matang sebelum diminum. Obat diare ini bisa dikonsumsi tiap kali mencret. Untuk membeli Pharolit, Anda tidak perlu resep dokter.

8) Guanistrep

Guanistrep mengandung dua bahan yang efektif mengatasi diare, yaitu kaolin dan pektin. Kombinasi bahan ini akan menyerap racun dan bakteri penyebab diare, kemudian membuangnya bersama tinja saat BAB. Kaolin dan pektin juga dapat memadatkan tinja yang cair dan mengurangi frekuensi buang air besar.

Guanistrep bisa digunakan sebagai obat diare untuk anak dan dewasa, termasuk ibu hamil atau menyusui. Obat mencret ini tersedia dalam bentuk suspensi atau sirop.

Dosis Guanistrep untuk dewasa dan anak usia di atas 12 tahun adalah 2 sendok takar (10 ml) tiap selesai BAB, maksimal 60 ml dalam sehari. Untuk mengobati diare pada anak usia 6–12 tahun, berikanlah 1–2 sendok takar (5–10 ml), maksimal 30 ml sehari.

Sementara itu, dosis Guanistrep untuk usia 3 sampai 6 tahun adalah 1–2 sendok takar (5–10 ml), maksimal 15 ml per hari. Pada anak usia kurang dari 3 tahun, dosis obat diare ini perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

9) Interlac

Interlac mengandung bakteri baik Limosilactobacillus reuteri. Probiotik ini baik untuk menjaga fungsi sistem pencernaan, membantu mengatasi diare, dan mempercepat pemulihan saluran pencernaan setelah diare.

Interlac dijual bebas dalam sediaan tablet kunyah untuk orang dewasa, termasuk yang sedang hamil atau menyusui. Sebagai obat diare, Interlac bisa dikonsumsi 1–2 kali sehari. Kunyah tablet Interlac sampai lumat sebelum ditelan.

10) Lacto B

Lacto B adalah suplemen probiotik yang bisa membantu mengatasi diare. Kandungan bakteri baik Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophillus dalam Lacto B mampu menekan pertumbuhan bakteri jahat pemicu diare.

Suplemen probiotik, seperti Lacto B juga dapat meringankan gejala diare akibat konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik. Lacto B juga dapat menyehatkan saluran pencernaan setelah diare selesai sehingga mengurangi risiko diare kambuh lagi.

Lacto B tersedia dalam bentuk bubuk yang bisa dikonsumsi mulai usia 1 tahun atau lebih. Dosis Lacto B untuk mengatasi diare adalah 3 saset per hari. Penyajiannya mudah, cukup campurkan Lacto B ke dalam susu, es krim, atau yoghurt, kemudian segera minum sampai habis.

Selain mengonsumsi obat diare, Anda perlu memperbanyak minum air putih, oralit, atau sup encer untuk mencegah dehidrasi. Sebaiknya Anda juga menghindari konsumsi makanan yang pedas, bersantan, dan tinggi serat, serta minuman yang mengandung soda atau kafein sampai diare benar-benar sembuh.

Periksakan diri ke dokter jika diare memburuk, disertai muntah-muntah, sakit perut parah, tinja berdarah atau berlendir, maupun demam tinggi. Segera cari pertolongan medis bila mencret tidak mereda meski telah 2 hari minum obat diare atau setelah mengonsumsi obat diare dengan dosis maksimal. *

Sumber: alodokter.com