Mahasiswa KKN STAI YAPNAS Jeneponto Akhiri Pengabdian dengan Seminar dan Ramah Tamah

oleh -1693 Dilihat
oleh
Mahasiswa KKN STAI YAPNAS Jeneponto

Jeneponto, Luwuk Times – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YAPNAS Jeneponto menyelenggarakan Seminar Hasil dan Ramah Tamah di Desa Bontojai, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan ini menandai berakhirnya program KKN yang berlangsung selama tiga bulan.

Sebanyak 11 mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Agama Islam, Perbankan Syariah, dan Hukum Keluarga mengikuti KKN ini.

Dua laki-laki dan sembilan perempuan yang terlibat dalam program ini adalah Gato S., Firman, Nur Ramadhani, Resa Anafia, Hermawati, Sri Ulfa, Sri Wahyuningsih, Winda Ayu Lestari, Sri Wahyuni Ningsih, Normawati, dan Sukma Ayu.

Kepala Desa Bontojai beserta istri dan jajaran perangkat desa, Ketua Badan Pengawas Desa (BPD), pimpinan SDN 3 Tamalatea dan SDN 30 Tamalatea, para kepala dusun, imam desa dan dusun, serta masyarakat setempat menghadiri seminar tersebut.

Baca Juga:  BEM Untika Luwuk, LBH dan Lembaga Progres Berbagi Pengalaman

Kontribusi Mahasiswa KKN

Selama tiga bulan, mahasiswa melaksanakan berbagai program kerja yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Bontojai.

Mereka mengadakan turnamen sepak takraw, Festival Anak Shaleh, penyaluran Iqra dan Al-Qur’an, zikir dan doa menyambut Tahun Baru, pembuatan tempat sampah, serta peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, mahasiswa aktif dalam program mingguan seperti Safari Jumat, senam pagi, aksi bersih lingkungan, dan Safari Magrib-Isya.

Mereka juga berperan sebagai tenaga pendidik di sekolah dan mengajar mengaji setiap hari.

Baca Juga:  Dosen AMIK Luwuk Banggai, Yanto Naim Lolos Pelatihan Certified Computer Hacking Forensic Investigator

Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang terjalin, mahasiswa KKN memberikan kenang-kenangan kepada pemerintah Desa Bontojai serta pimpinan SDN 3 Tamalatea dan SDN 30 Tamalatea.

Apresiasi dan Harapan

Firman, yang bertugas sebagai Koordinator Desa (Kordes), mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat atas sambutan yang hangat.

“Kami merasa bahagia dan sedih sekaligus. Bahagia karena bisa berkontribusi, sedih karena harus berpisah dengan masyarakat yang telah menerima kami seperti keluarga. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami,” ujarnya.

Kepala Desa Bontojai, Muh. Sahrir, mengapresiasi seluruh program yang mahasiswa jalankan selama KKN.

Baca Juga:  Harapan Rektor Taufik Bidullah buat BEM Untika Luwuk yang Baru Dilantik

“Semua program yang direncanakan sejak seminar awal telah terlaksana dengan baik. KKN STAI YAPNAS Jeneponto kali ini luar biasa karena mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan desa,” ungkapnya.

Sebagai mantan Sekretaris Desa selama tiga periode sebelum menjadi Kepala Desa, Muh. Sahrir melihat bahwa mahasiswa KKN tahun ini sangat aktif dan memberikan kesan positif bagi masyarakat. Ia berharap program serupa terus berlanjut untuk mendukung pembangunan desa yang lebih baik.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa KKN STAI YAPNAS Jeneponto membawa pengalaman berharga dalam pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi warga Desa Bontojai.*dik

No More Posts Available.

No more pages to load.