LUWUK TIMES — Riuh tepuk tangan dan sorak kagum penonton mengiringi malam kedua pelaksanaan Lipu Celebes International Festival 2025, bertempat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, Rabu malam (12/11/2025).
Ribuan warga dari berbagai penjuru tumpah ruah memenuhi area festival yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai ini.
Mereka menyaksikan pertunjukan budaya dari sejumlah daerah dan negara.
Suasana Luwuk pun berubah. Ibukota Kabupaten Banggai ini menjadi panggung terbuka bagi pertemuan budaya dunia.
Sejak siang hari, kegiatan festival sudah ramai. Bertempat Desa Bunga, Workshop Membatik Maleo menarik perhatian banyak peserta.
Mereka sangat antusias mempelajari motif khas Sulawesi Tengah.
Sementara itu, pada Padepokan Pencak Silat Luwuk Celebes, Workshop Kesenian menghadirkan para pelatih dan seniman muda yang memperkenalkan ragam gerak tradisional hingga modern hasil kreasi anak daerah.
Tak hanya kreasi anak daerah yang mereka tampilkan. Akan tetapi ragam budaya luar negeri juga memberi warna oleh empat negara yang hadir pada Festival kali ini.
Cahaya Lampu
Menjelang malam, panggung utama Teluk Lalong penuh cahaya lampu warna-warni. Pantulan sinarnya di atas air laut menciptakan suasana yang indah dan menawan.
Opening pertunjukan oleh penampilan siswa SMPN 3 Luwuk. Para siswa menampilkan tari kolosal bertema semangat persaudaraan.
Selanjutnya, penonton diajak menjelajahi kekayaan budaya Nusantara melalui penampilan delegasi dari Tolitoli, Tojo Una-Una, Morowali, dan Banggai.
Masing-masing membawakan busana adat dan tarian khas daerah yang memikat.
Sorotan utama malam itu datang dari dua negara sahabat Estonia dan Korea Selatan.
Keduanya menampilkan kolaborasi budaya yang unik, memadukan irama tradisional Eropa Utara dengan harmoni musik Timur Asia.
Dentuman gendang dan alunan alat musik tradisional lokal berpadu dalam satu irama yang menggugah.
“Tahun ini terasa lebih istimewa. Karena kita bisa melihat dunia hadir di Banggai. Luwuk benar-benar menjadi rumah budaya global,” tutur Asep Ariyanto, warga Halmahera, Luwuk Selatan, yang hadir bersama temannya.
Festival Lipu Celebes masih akan berlangsung hingga 15 November mendatang.
Selain menampilkan pertunjukan seni, agenda tahunan ini juga menjadi ajang memperkuat diplomasi budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan tradisi daerah.*













