Luwuk Times, Banggai – Sebuah unggahan singkat muncul di laman Facebook milik Bupati Banggai, H. Amirudin. Kalimatnya sederhana, tanpa bahasa yang muluk-muluk, tetapi dampaknya terasa begitu mendalam bagi siapa saja yang membacanya.
“Terima kasih untuk setiap kepercayaan yang diberikan kepada saya hingga saat ini. Insyaallah, segala harap dan kepercayaan akan selalu kami jaga.”
Di balik kesederhanaan kata-kata itu, ada rekam jejak perjuangan yang tidak main-main.
Amirudin bersama wakilnya, Furqanuddin Masulili, bukan sekadar memimpin, melainkan berhasil mematahkan mitos politik di Kabupaten Banggai.
Mitos lama yang menyebutkan bahwa tidak ada petahana yang mampu memimpin selama dua periode berturut-turut, runtuh di tangan pasangan ini.
Namun, kepemimpinan bukanlah jalan tol yang selalu mulus. Menjalankan roda pemerintahan tentu diwarnai riak, gelombang, dan derasnya kritik.
Menariknya, bagi Amirudin, kritik bukanlah ancaman. Dalam berbagai kesempatan ngobrol santai bersama para jurnalis, ia berulang kali menegaskan bahwa pintu pikirannya selalu terbuka lebar untuk saran dan masukan yang membangun.
Bagi Amirudin, setiap kritik yang datang justru meniupkan semangat baru, sebuah cermin untuk terus membenahi diri dan bekerja lebih baik demi masyarakat Banggai.
Ungkapan tulus di media sosial itu pun disambut hangat oleh warga.
Kolom komentarnya datang doa-doa sederhana dari netizen yang tersentuh oleh kerendahan hatinya: “Semoga sehat dan sukses selalu, Pak Bupati.”
Sebuah pesan singkat yang menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang seberapa keras kita bersuara, melainkan seberapa tulus kita mendengar dan menjaga amanah. *


















