Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Dapur Mom's Arsy
Luwuk Times, Banggai — Pemerintah Kabupaten Banggai bersama KONI setempat makin siap memantapkan langkah menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng X tahun 2026 di Kabupaten Morowali.
Kesiapan ini dipaparkan langsung oleh Sekretaris KONI Kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Jumat (04/09/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung Bupati Banggai yang juga Ketua Umum KONI, H. Amirudin, didampingi Wakil Bupati Furqanuddin Masulili, serta Sekda Ramli Tongko yang memegang komando sebagai Ketua Kontingen. Turut hadir jajaran pengurus harian KONI dan perwakilan cabang olahraga (cabor).
Dalam pemaparannya, Sugiarto menegaskan bahwa Kabupaten Banggai siap menerjunkan atlet terbaiknya di 26 cabang olahraga.
Mulai dari karate (FORKI), taekwondo (TI), tinju (PERTINA), silat (IPSI), balap motor (IMI), sepak bola (PSSI), atletik (PASI), bola basket (PERBASI), bola voli (PBVSI), sepak takraw (PSTI), catur (PERCASI), tenis meja (PTMSI), bulu tangkis (PBSI), bola biliar (POBSI), hingga tenis (PELTI).
Selain itu, cabor panjat tebing (FPTI), menembak (PERBAKIN), futsal (AFKAB), renang (PRSI), sepeda (ISSI), panahan (PERPANI), gateball (PERGATSI), dayung (PODSI), pentaque (FOPI), kickboxing (KBI), dan paralayang (FASI) juga siap menyumbang medali.
Verifikasi Ketat dan Efisiensi Anggaran
Guna memastikan efektivitas kontingen, KONI Banggai melakukan proses verifikasi ketat. Hasilnya, terjadi rasionalisasi jumlah personel yang cukup signifikan dari usulan awal.
Dari usulan awal sebanyak 647 orang (154 official dan 443 atlet), jumlah kontingen yang disetujui dipangkas menjadi 518 orang (114 official dan 354 atlet). Langkah ini mencatatkan tingkat kelulusan verifikasi sebesar 80,06%.
Pengetatan ini berdampak besar pada efisiensi anggaran belanja cabor.
Mulai dari usulan anggaran awal Rp4.064.674.315 hingga hasil verifikasi anggaran menjadi Rp1.638.834.000. Sehingga terdapat total penghematan Rp2.425.840.315 (Efisiensi 48,73%).
Rincian Kebutuhan Operasional Kontingen
Meski melakukan penghematan, KONI Banggai lanjut Sugiarto tetap menjamin kenyamanan dan fasilitas seluruh atlet serta tim operasional selama berlaga di Morowali.
Total anggaran operasional kontingen sebesar Rp6.711.184.000, dengan rincian, TC dan Tim Adju Rp970.300.000 (termasuk uang saku pemusatan latihan dan pembekalan), pakaian dan peralatan tanding Rp572.400.000 (530 pasang seragam, topi, sepatu, dan kaus kaki) dan konsumsi (makanan dan Minuman) Rp1.656.250.000
Selanjutnya, transportasi dan akomodasi Rp1.085.000.000, uang saku atlet/official: Rp736.200.000 serta operasional dan pendukung Rp808.400.000 (tim medis, perjalanan dinas, pubdok, dan obat-obatan)
Guyuran Bonus Miliaran Rupiah bagi Pejuang Olahraga
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para atlet dan pelatih, Pemkab bersama KONI Banggai tidak main-main dalam menyiapkan bonus prestasi.
Anggaran sebesar Rp2.932.500.000 dialokasikan khusus untuk membakar semangat para pejuang olahraga.
Target dan rincian alokasi bonus mencakup, medali emas Rp25.000.000 / atlet (Total Rp1.500.000.000 untuk target 60 emas), medali perak Rp10.000.000 / atlet (Total Rp600.000.000 untuk target 60 perak) dan medali perunggu Rp7.500.000 / atlet (Total Rp450.000.000 untuk target 60 perunggu).
Ada juga bonus pelatih yang dialokasikan 15% dari total perolehan medali (Akumulasi Rp382.500.000).
Dengan demikian, akumulasi keseluruhan anggaran Kontingen Kabupaten Banggai (Operasional + Bonus Atlet/Pelatih) untuk Porprov X Sulteng 2026 mencapai Rp9.643.684.000.
Transparansi dan rasionalisasi anggaran ini menjadi bukti komitmen KONI Banggai dalam mengelola dana secara akuntabel.
Kontingen Kabupaten Banggai optimis mampu tampil maksimal dan memboyong gelar juara umum di Morowali.
Meski begitu, hasil persentase itu belum final. Sebab Pemda Banggai masih meminta kesempatan untuk mengevaluasi kembali usulan anggaran tersebut.
“Tolong beri kami kesempatan untuk mengevaluasi kembali usulan dana Porprov. Kalau bisa kita pangkas lagi. Salah satu pertimbangannya, jangan sampai ada pihak yang berangkat hanya untuk jadi ‘tim hore’,” tegas Amirudin. *










