-->
-->

Tiga Cabor Terancam Absen di Porprov X Sulteng, KONI Banggai Siap Ambil Langkah Tegas

Sofyan
Sekretaris KONI Banggai Sugiarto Djanun bersama pengurus kontingen Porprov-X Sulteng Banggai. (FOTO: Sofyan Labolo Luwuk Times)
A-AA+A++

Luwuk Times, Luwuk — Tiga cabang olahraga (cabor) asal Kabupaten Banggai berada di ujung tanduk dan terancam batal tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali.

Ketiga cabor tersebut dayung, bola basket, dan tenis lapangan hingga kini belum menyerahkan proposal kebutuhan anggaran dan tidak memberikan komunikasi apa pun.

Sikap bungkam ketiga pengurus cabor ini dinilai janggal. Pasalnya, batas waktu penyerahan dokumen proposal resmi berakhir pada Senin (14/09/2026).

Baca Juga:  Pangkas Anggaran Hore-Hore, KONI Banggai Kencangkan Ikat Pinggang demi Pertahankan Juara Porprov Sulteng 2026

Bahkan, dalam rapat perdana kontingen Porprov Kabupaten Banggai yang dipimpin langsung oleh Ketua Kontingen, Moh. Ramli Tongko, ketiga cabor tersebut sudah kembali diingatkan untuk segera merampungkan berkas mereka.

Sekretaris KONI Kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun, menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi cabor untuk menunda penyusunan dokumen tersebut, mengingat alokasi anggaran sebenarnya sudah tersedia.

Baca Juga:  KONI Banggai Selektif Kirim Atlet, Target Prestasi dan Transparansi Anggaran

Pihak KONI juga telah memberikan tenggat waktu yang cukup longgar, yakni selama 10 hari.

“Harusnya tidak ada masalah karena pagu anggaran sudah ada, tinggal dibuatkan proposal lengkap,” tegas Sugiarto kepada Luwuk Times, Selasa (15/09/2026).

Berbeda dengan dayung, basket, dan tenis lapangan, tiga cabor lain yaitu bulu tangkis, sepak takraw, dan futsal bergerak cepat dengan menyerahkan proposal mereka hari ini.

Baca Juga:  Bakal Kirim 354 Atlet ke Morowali, KONI Banggai Siapkan Pesta Bonus Rp2,9 Miliar untuk Peraih Medali

Sugiarto menyayangkan lambatnya respons dari ketiga cabor yang belum melapor.

Ia menegaskan tidak akan menoleransi keterlambatan yang berlarut-larut karena dapat mengganggu persiapan keseluruhan kontingen.

“Kalau besok mereka baru antar, langsung antar saja ke Bupati. Saya tidak mungkin menunggu,” pungkasnya. *

-->

Pos Terkait