LUWUK TIMES, Banggai – Keheningan yang mencekam menyelimuti Aula Maleo Mapolres Banggai pada Sabtu (27/6/2026) malam. Di atas papan kotak-kotak hitam dan putih, sebuah pertempuran pikiran sedang mencapai puncaknya. Hanya terdengar bunyi ketukan jam catur dan geseran bidak yang tegas.
Setelah melalui duel taktik yang menguras otak selama dua hari penuh, Amka S akhirnya keluar sebagai kampiun utama.
Ia sukses menumbangkan dominasi puluhan pecatur tangguh lainnya dan berhak menyandang gelar Juara 1 Turnamen Catur Kapolres Banggai Cup dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-80.
Langkah Amka menuju podium tertinggi tidaklah mudah. Ia harus bersaing ketat dengan puluhan peserta dari berbagai kalangan yang datang dari dalam maupun luar kota Luwuk.
Di posisi kedua, Aditya Lalona membuntuti sebagai Juara 2 setelah menyajikan perlawanan yang sengit, sementara Andang harus puas mengamankan posisi ketiga (Juara 3) sebagai salah satu master taktik dalam kompetisi ini.
Turnamen yang berlangsung kompetitif namun penuh rasa persaudaraan ini resmi ditutup oleh Wakapolres Banggai, Kompol Dr. Frangky J. Rey., S.H., S.Pd., M.H.
Bagi pihak kepolisian, ketajaman berpikir para juara di atas papan 64 petak ini adalah cerminan dari mentalitas yang ingin dibangun di tengah masyarakat.
“Turnamen catur ini bukan sekadar ajang adu bakat, tetapi juga media untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan pengambilan keputusan yang tepat melalui olahraga,” ungkap Kompol Dr. Frangky saat menutup acara.
Lebih dari sekadar memperebutkan piala dan piagam penghargaan, Wakapolres menegaskan bahwa turnamen ini menjadi jembatan kasual untuk mempererat silaturahmi serta kemitraan antara Polri dan masyarakat Banggai.
Melalui olahraga otak ini, Polres Banggai berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan karakter positif generasi muda sekaligus memperkuat persatuan wilayah.
“Harapannya dengan adanya kegiatan seperti ini, bisa mewujudkan semangat kebersamaan dan sinergisitas serta menjadi wadah pembinaan yang melahirkan atlet-atlet catur handal dari Banggai,” tambah Frangky.
Malam itu, saat hadiah dan piagam diserahkan kepada Amka S, Aditya, dan Andang, Aula Maleo tidak hanya melahirkan para juara baru.
Tetapi juga membawa pulang sebuah esensi penting bahwa di dalam ketenangan catur, ada sinergi dan kebersamaan yang kuat antara polisi dan masyarakat yang terus dirawat. *


