Berpuasa di Bulan Ramadhan Agar Kita Bertaqwa

oleh -1056 Dilihat
oleh
Ilustrasi

SYAIKH AL-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Puasa ialah sebab ketakwaan apabila kewajiban puasanya dijalankan sepenuhnya. Allah ta‘ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183)

Orang yang berpuasa diperintahkan untuk bertakwa; yaitu menjalankan segala yang Allah perintahkan dan menjauhi semua larangan-Nya, inilah tujuan terbesar puasa.

Baca Juga:  Kajian Alquran Ustad Muadz di Masjid Agung An-Nuur Luwuk: Kebaikan dapat Menghapus Dosa

Puasa tidak dimaksudkan untuk menyusahkan orang yang menjalaninya dengan tidak makan, minum, atau menjauhi hubungan biologis saja.” (Fushul fish Shiyam)

Diwajibkan berpuasa agar kita bertakwa; yakni supaya lebih mampu menjauhi maksiat dan dosa. Sebab puasa menghancurkan syahwat dan melemahkan keinginan maksiat.
Fathul Qadir, 1/159.

Kata al-Baidhawi rahimahullah,

لَيْسَ المَقْصُودُ مِن شَرْعِيَّةِ الصَّوْمِ نَفْسَ الجُوعِ والعَطَشِ بَلْ ما يَتْبَعُهُ مِن كَسْرِ الشَّهَواتِ وتَطْوِيعِ النَّفْسِ الأمّارَةِ لِلنَّفْسِ المُطْمَئِنَّةِ.

Baca Juga:  Usai Safari Ramadhan, PHBI Banggai Bukber di Masama

“Rasa lapar dan haus sama sekali bukan tujuan inti dari kewajiban puasa; tetapi yang diinginkan ialah efek kondisi tersebut, yaitu runtuhnya syahwat dan berubahnya jiwa yang gemar pada dosa menjadi jiwa yang tunduk tenteram pada aturan Allah.”
Fathul Bari, 4/117.

Al-‘Allamah Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah mengatakan,

“Hakikat puasa ialah gabungan dari dua hal, yaitu;

1). Meninggalkan makan, minum, dan pembatal-pembatal puasa;

2). Menahan diri dari perbuatan yang Allah haramkan pada seluruh waktu. Sebab di bulan Ramadhan seluruh perbuatan yang haram konsekuensinya bertambah berat.

Baca Juga:  Ustad Jazuli Djamaluddin: Ruh Adalah Urusan Allah, Manusia Hanya Diberi Sedikit Pengetahuan

Jadi orang yang berpuasa dengan sempurna ialah orang yang;

  • Meninggalkan perbuatan yang Allah haramkan ketika berpuasa; seperti makan, minum, dan pembatal puasa lainnya dalam rangka mengharap rahmat Allah, ampunan-Nya, dan menjalankan perintah-Nya;
  • Sekaligus meninggalkan hal yang Allah haramkan, yaitu segala bentuk maksiat.

Inilah hakikat puasa! Puasa yang sempurna. *

No More Posts Available.

No more pages to load.