Advertising

Example floating
Example floating

DPW Partai Gema Bangsa Sulteng Imbau Kadernya Lawan Pengibaran Bendera One Piece

Sofyan
Ketua DPW Partai Gema Bangsa Sulawesi Tengah, Atha Mahmud
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa Sulawesi Tengah mengeluarkan seruan kepada seluruh kader dan simpatisan.

Seruan itu adalah untuk melawan tren pengibaran bendera bajak laut One Piece yang marak pada kalangan anak muda, menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

IMG-20260829-WA0006

Ketua DPW Partai Gema Bangsa Sulawesi Tengah, Atha Mahmud, menegaskan, tindakan tersebut tidak bisa dianggap remeh.

Baca Juga:  Momen Kebangkitan PAN Banggai: Bakar Semangat Kader, H. Akmal Patok Target Rebut Unsur Pimpinan DPRD

Menurutnya, pengibaran bendera fiksi ruang publik pada momen sakral 17 Agustus merupakan bentuk pengaburan nilai kebangsaan yang sangat membahayakan.

“Bendera Merah Putih kita dapatkan dengan darah dan air mata. Tidak boleh budaya populer mencederai persatuan nasional. Perayaan 17 Agustus adalah sesuatu yang sakral, tidak boleh dijadikan lelucon,” tegas Atha.

Baca Juga:  Harga Sawit Petani Murah di Toili Banggai, Mentan Amran Tegas Instruksikan Tindak PT KLS

DPW Partai Gema Bangsa Sulawesi Tengah menghimbau semua struktur partai kabupaten/kota untuk melakukan tindakan edukatif dan tegas pada lingkungan masing-masing.

“Budaya pop boleh kita nikmati. Namun tidak boleh melampaui batas yang merusak identitas dan kehormatan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga:  Besok, DPD PAN Banggai Gelar Rakerda I dan Pelantikan Pengurus DPC serta Relawan di Luwuk

Bagi Partai Gema Bangsa, Merah Putih adalah harga mati, tidak boleh ditawar-tawar. Setiap upaya untuk melemahkan merah putih, itu artinya adalah panggilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI. *

-->