Harga Pasir dan Batu Mencekik, Jadi Kendala Pembangunan IKN

oleh -1326 Dilihat
oleh
Rakor pemuktahiran dan pengendalian laju kenaikan harga material sebagai dasar perumusan kebijakan dalam mendukung pembangunan infrastruktur IKN bersama Pemprov Sulteng di hotel Swissbell, Jumat (27/09/2024).

PALU— Harga material pasir dan batu (sirtu) kini mencekik. Harga asal Sulteng yang tidak terkendali itu dikuatirkan menjadi kendala pembangunan infrastruktur IKN. Bisa dibayangkan kenaikan harga sirtu 3 sampai dengan 4 kali lipat dari harga pokok.

Kondisi inilah yang mendorong Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR menyelenggarakan Rakor Pemuktahiran dan Pengendalian Laju Kenaikan Harga Material Sebagai Dasar Perumusan Kebijakan/Aturan Dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur IKN bersama Pemprov Sulteng di hotel Swissbell, Jumat (27/09/2024).

Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Nicodemus Daud menyampaikan kenaikan harga material yang mencekik ini dapat membuka peluang kompetitor lain menggantikan Sulteng.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walikota tak Ada Pungutan pada Wisuda Perpisahan PAUD, SD dan SMP

Konon kabarnya ada dua daerah yang bakal ‘menikung’ Sulteng sebagai sebagai pemasok utama material pembangunan IKN yakni Sulawesi Barat dan Banten.

Olehnya lewat rakor ini diharapkan ada solusi untuk memastikan pasokan material yang stabil dan terjangkau bagi pelaku jasa konstruksi yang melaksanakan pembangunan infrastruktur IKN.

Sementara Pjs Gubernur Sulteng diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto mengakui Sulteng tidak hanya berperan sebagai kawasan penyangga pangan IKN tetapi juga pemasok material pembangunan, terutama sirtu berkualitas ke Kalimantan.

Baca Juga:  Telusuri Sumber Fiskal Daerah, Gubernur Sulteng Anwar Hafid Rapat Bersama Bapenda dan Kumpul OPD Teknis

“Pembangunan di Balikpapan banyak di-support material (sirtu) dari Palu dan Donggala yang diakui bagus kualitasnya,” tuturnya mengungkapkan testimoni Walikota Balikpapan.

Karenanya Ia sepakat dengan Direktur Nicodemus bahwa diperlukan upaya konkret pengendalian harga material sirtu Sulteng untuk mencegah masuknya kompetitor lain.

“Kita bersyukur bapak direktur mau datang ke daerah kita untuk monitoring sehingga tidak lari ke daerah lain,” ucapnya mengapresiasi rakor.

Baca Juga:  Meriahkan HUT RI ke 80, IKST Kota Batam Mengikuti Pawai Budaya dan Promosikan Sulteng

Dengan disetopnya sementara waktu operasional perusahaan tambang galian C di lokasi Kelurahan Tipo dan Watusampu belum lama ini, diperkirakan akan ikut menghambat kelancaran rantai pasok.

Sehingga kata asisten perlu dicari solusi bagaimana menyeimbangkan kepentingan lingkungan dan ekonomi supaya dapat jalan bersama.

Dirinya lalu mengisyaratkan bahwa spirit pembangunan IKN yang ramah lingkungan harus dijalankan semua pihak dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab.

“Prinsip lingkungan hidup dan taat tambang tidak boleh dihiraukan,” ujarnya mempertegas. *

Ro Adpim Setdaprov Sulteng

No More Posts Available.

No more pages to load.