Advertising

Example floating
Example floating

Kadis Pariwisata Sulteng Diah Agustiningsih Memuji Wisata Kuliner Luwuk Kabupaten Banggai

Sofyan
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah Diah Agustiningsih
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGGAI, Luwuk Times— Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah Diah Agustiningsih memuji wisata kuliner Kabupaten Banggai. Bagi dia, tidak ada makanan yang tidak enak di Luwuk ibukota Kabupaten Banggai.

“Luwuk ini sebenarnya sudah terbentuk destinasi wisatanya menjadi destinasi kuliner. Tidak ada makanan yang tidak enak di Luwuk ini,” ujar Diah saat menghadiri rapat koordinasi teknis pengembangan kawasan destinasi pariwisata, di Swissbelinn Hotel, Luwuk Selatan, Jumat (5/7/2024).

IMG-20260829-WA0006

Rapat yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai itu dibuka oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai Bambang Eka Sutedi.

Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Banggai Ismed M. Wardhana, sejumlah pimpinan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa.

Baca Juga:  Tak Berkutik, Setelah Transaksi Sabu Warga Mangkio Baru Luwuk Ditangkap Polisi

Untuk mengembangkan destinasi wisata unggulan, menurut Diah, Pemkab Banggai harus fokus pada satu destinasi.

“Semua destinasi wisata mau dibangun, nggak mungkin. Harus pilih satu, yang mana dulu. Supaya dikeroyok bersama oleh Dinas PUPR, Bappeda sediakan anggaran, UMKMnya didorong di situ. Kemudian PTSP bikin produk investasi khusus pariwisata,” tutur Diah.

Dalam menyusun strategi pengembangan dan menetapkan satu destinasi wisata, Diah mengingatkan agar Pemkab Banggai menunggu hasil pembahasan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Reparnas) dan Reparprov (tingkat provinsi).

“Supaya nyambung apa yang dibicarakan di pusat, apa yang dibicarakan provinsi dan apa yang dibicarakan kabupaten,” kata Diah.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Ahli Waris Salim Albakar Minta Warga Tanpa Dokumen segera Kosongkan Lahan Tanjungsari

Ia juga mendorong Pemda Banggai membentuk forum investasi pariwisata. Disamping itu, penerbangan langsung dari kota lain ke Banggai perlu diperbanyak.

Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai Bambang Eka Sutedi mendorong pihak-pihak yang berkecimpung di industri pariwisata saling berkoordinasi.

“Pembangunan dan pengembangan pariwisata merupakan bidang yang multisektoral. Pariwisata tidak dapat terlepas dari situasi perubahan dan dinamika yang terjadi di tingkat nasional yang satu sama lain saling berpengaruh,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, kegiatan di bidang kepariwisataan harus berjalan secara konsisten dan sesuai dengan paradigma penyelenggaraan pemerintah daerah saat ini.

Baca Juga:  Harga Sawit Petani Murah di Toili Banggai, Mentan Amran Tegas Instruksikan Tindak PT KLS

Hal tersebut mengarah pada penggalian potensi daerah dengan melakukan berbagai terobosan baru yang dapat memajukan daerah.

“Agar program dan upaya ini dapat berjalan maksimal, maka partisipasi dan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, serta dukungan masyarakat sangat diperlukan,” kata Bambang.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah mencatat, tahun 2023 sebanyak 504.501 wisatawan yang melancong di Kabupaten Banggai.

Jumlah tersebut terdiri dari 504.335 wisatawan nusantara dan 166 wisatawan mancanegara. *

Baca: Meriahkan HUT ke 64, Pemkab Banggai Gelar Pertandingan Cabang Olahraga Tradisional

-->