Turunkan Angka Kemiskinan di Sulteng, Rusdy Mastura Mengaku belum Puas

oleh -648 Dilihat
oleh
Rusdy Mastura

PALU – Rusdy Mastura sukses menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 21.430 ribu jiwa. Meski begitu Cudy-sapaan Rusdy Mastura, mengaku belum puas.

Ia membeberkan sejumlah mimpi besar yang belum terwujud pada momen Pelantikan DPW, Kota, Kabupaten dan Anak Cabang Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (PEKNAS) se Sulteng Periode 2025-2030 di Sriti, Kamis (16/1).

Semisal program digitalisasi desa lewat penyediaan akses internet gratis bagi masyarakat dari alokasi dana desa.

“Ini yang jadi mimpi saya dan komitmen saya kepada rakyat untuk dibangun namun belum tercapai,” sebutnya walau ide program sudah pernah diusulkan kepada kementerian terkait.

BACA JUGA:  Resmikan Gedung Rawat Inap VVIP Bhara Daksa Rumkit Bhayangkara Palu, Ini Pesan Kapolda Sulteng

Gubernur juga menyoroti produksi padi Sulteng yang stagnan yang berkisar 3-4 ton. Padahal daerah lain sudah mampu memproduksi hingga berkali-kali lipat.

Pengadaan pupuk yang wewenangnya masih berada di pusat sebutnya jadi kendala yang membuat proses tender lebih lama dan panjang.

“Datangnya pupuk setelah musim tanam padahal kami siap membangun pabrik pupuk di Sulteng,” sambungnya terkait masalah pupuk yang diadukan petani.

Selanjutnya, gubernur mengakui terinspirasi dari inovasi Bupati Sigi Moh Irwan yang berani mensubsidi bunga KUR dari APBD-nya.

BACA JUGA:  Ketika Anak Usaha Astra Agro Lestari Membuka Berbagai Peluang Kerja di Desa Peleru

Langkah mensubsidi ini dinilai sangat aplikatif dan sesuai kalkulasinya, jika mengambil dari APBD provinsi dapat menurunkan bunga KUR hingga tersisa 3 persen.

“Ke depan saya ingin mensubsidi KUR hingga tinggal 3 persen dari 6 persen. Bayangkan masyarakat pinjam 10 juta, bayar bunganya hanya 25 ribu,” imbuhnya.

Selain itu, untuk mendorong perkembangan industri rumahan, gubernur ingin mengirim guru-guru SMK ke Tiongkok untuk mempelajari teknologi membuat HP dan tekstil dari bahan batang pisang.

BACA JUGA:  Golkar Berjaya di Sulteng, Kontribusi Suara Terbesar dari Dapil Banggai Bersaudara

“Kenapa kita tidak belajar ke Cina. Kejarlah ilmu sampai ke Cina, kita belajar home industry karena kita punya bahannya,” ungkapnya tentang ide visioner yang belum terwujud.

Ia pun berharap semoga pengurus PEKNAS dapat merealisasi mimpi-mimpi besar yang belum tercapai sebagai loncatan kuantum untuk memajukan dan mensejahterakan Sulteng.

“Saya hanya bisa bermimpi, moga-moga kita menjadi negeri termakmur ke depan,” pungkasnya. *

Ro Adpim Setdaprov Sulteng


Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News dan saluran WhatsApp Channel