Advertising

Example floating
Example floating

2024, DKISP Banggai Rilis 600 Berita, Lesmana Kulab: Terima Kasih Media Mitra

Sofyan
Kepala DKISP Kabupaten Banggai, Lesmana Kulab. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES— Tahun 2024, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banggai mampu merilis sebanyak 600 berita.

Ratusan produk berita yang merupakan giat Pemda Banggai itu selanjutnya dilansir 20 media mitra DKISP Kabupaten Banggai.

IMG-20260829-WA0006

Menurut Kepala DKISP Kabupaten Banggai, Lesmana Kulab, jumlah rilis berita itu dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan.

Baca Juga:  Nakes Buka Suara: Diintimidasi Agar Tutup Mulut, Ancaman pemecatan Warnai Dugaan Pemotongan di Puskesmas

“Trennya terus meningkat. Pada 2024, kita meraih hasil maksimal. Jumlah berita yang kami publikasikan mencapai 600. Tahun 2022 itu hanya 100 rilis. Kemudian tahun berikutnya berkisar 200 sampai dengan 300 rilis,” kata Lesmana.

Dan ini sambung Lesmana kepada sejumlah media yang pada Kamis (07/08/2025) Ia undang untuk menggelar rapat, merupakan angka tertinggi se Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  Harga Sawit Petani Murah di Toili Banggai, Mentan Amran Tegas Instruksikan Tindak PT KLS

“Kita tertinggi se Sulteng,” kata Lesmana.

Bahkan tambah Lesmana, ratusan link berita itu selain telah diposting media mitra Pemkab Banggai juga telah Ia kirim ke Komisi Informasi.

Lesmana mengaku, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif tim dan kontributor informasi yang tersebar pada berbagai perangkat daerah. Termasuk kerja sama dengan sejumlah media cetak dan online di Kabupaten Banggai.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Salurkan Sembako di Luwuk, Bunta dan Nuhon

“Terima kasih media mitra atas respons nya,” ucap Lesmana.

Tidak hanya jumlah. Ia juga menegaskan bahwa rilis berita yang DKISP Banggai produksi tidak mengabaikan kualitas dari isi pemberitaan yang mengedepankan prinsip jurnalistik faktual. *

Sofyan Labolo

-->