SENJA belum sepenuhnya turun ketika deretan kendaraan mulai melambat pada ruas jalan poros Trans Sulawesi, Kelurahan Pagimana Kabupaten Banggai. Tepat depan Masjid Darussalam, tangan-tangan lembut para kaum hawa sigap menyodorkan kotak-kotak takjil kepada para pengendara yang melintas.
ANTO YASIN – LUWUK TIMES
UNTUK kedua kalinya pada bulan Ramadhan ini, Majelis Taklim Darussalam Kecamatan Pagimana kembali menebar kebaikan.
Ratusan kotak takjil mereka bagikan kepada warga. Terutama mereka yang masih berada pada perjalanan menjelang waktu berbuka.
Ketua Majelis Taklim Darussalam, Nining Irwan langsung memimpin kegiatan yang bukan sekadar rutinitas tahunan tersebut.
Tapi, ada niat yang mereka rencanakan jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Ada semangat berbagi yang tumbuh dari hati.
“Kami bersyukur untuk yang kedua kalinya bisa melaksanakan pembagian takjil Ramadhan. Ini sudah kami rencanakan jauh hari menjelang Ramadhan,” ujar Nining kepada Luwuk Times, Jumat (27/02/2026).
Bagi Nining, berbagi bukan soal menunggu berkecukupan. Ia percaya, kebaikan justru harus mereka mulai dari langkah kecil yang tulus.
“Jangan menunggu kaya untuk bisa berbagi. Bila ingin mendapatkan sesuatu, belajarlah untuk memberi. Berbagi bukan tentang seberapa besar dan berharganya yang kita beri, tapi seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang kita berikan,” tuturnya penuh makna.
Hiruk-pikuk kendaraan dan debu jalanan, pesan itu terasa sederhana namun dalam.
Senyum para ibu-ibu majelis taklim menjadi penegas bahwa Ramadhan adalah tentang menguatkan kepedulian, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Nining pun mengingatkan agar langkah dalam berbagi tak pernah surut hanya karena penilaian orang lain.
“Jangan pernah surut langkah kakimu untuk berbagi hanya karena penilaian orang tentang pemberianmu,” tambahnya.
Sore itu, depan Masjid Darussalam Pagimana, Ramadhan kembali menemukan wajahnya yang paling hangat: ketulusan yang dibagikan tanpa pamrih, kepada siapa saja yang melintas. *

Editor Sofyan Labolo















