Advertising

Example floating
Example floating

Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN Ingin Bangun Kepercayaan Publik dengan Strategi Komunikasi

Sofyan
Kepala Biro Humas dan Protokol, Harison Mocodompis
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Cikeas, Luwuk Times— Hubungan Masyarakat (Humas) memiliki pengaruh dalam membangun kepercayaan publik kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Kepala Biro Humas dan Protokol, Harison Mocodompis, mengatakan selain kerja teknis bidang pertanahan dan tata ruang, tugas Humas adalah menyusun strategi komunikasi yang mampu menerjemahkan program kementerian ke dalam narasi yang mudah publik pahami.

IMG-20260829-WA0006

“Perbedaan bahasa, kultur, harus kita terjemahkan lewat strategi komunikasi. Supaya apa yang ingin kita sampaikan sama dengan yang publik terima. Kalau paham, bisa melaksanakan. Dan karena melaksanakan maka bisa memperoleh manfaat. ATR/BPN ini gagah ketika menjalankan tugas dan fungsinya. Begitu banyak program yang layak kita ceritakan,” ungkap Harison Mocodompis saat menyampaikan materi dalam Pelatihan Strategi Komunikasi Lingkungan Kementerian ATR/BPN, di BPSDM, Cikeas, Rabu (21/05/2025).

Setelah berbagai program bermanfaat oleh Kementerian ATR/BPN, saat itu peran Humas dalam menyampaikan dan mengelola informasi juga perlu kita jalankan.

“Kalau kita ingin menyampaikan ke masyarakat soal bagusnya program kita, maka salah satu syaratnya adalah membawa masyarakat itu ke dalam sebuah partisipasi. Pastisipasi ini penting sekali dalam membangun trust,” terang Harison Mocodompis.

Dengan melibatkan publik dan membuka ruang partisipasi dalam proses komunikasi, Humas dapat lebih mudah menjalankan tugasnya.

Kepada 25 peserta pelatihan yang berasal dari berbagai satuan kerja ATR/BPN, Harison Mocodompis mengimbau untuk perkuat hubungan dengan publik.

Termasuk mitra strategis, seperti PPAT, lembaga nonprofit, hingga lembaga pendidikan.

-->