LUWUK TIMES – Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terus berbenah. Salah satu bidang pembangunan yang kini digeber bupati Banggai, Ir H Amirudin Tamoreka, adalah prasarana jalan.
Tahun 2025 ada 290 paket pekerjaan jalan yang dilaksanakan pemerintah kabupaten (pemkab) Banggai.
Penanganan pekerjaan jalan dipegang bidang Bina Marga, Dinas PUPR Kabupaten Banggai.
Dari 290 paket proyek jalan yang dilaksanakan tahun 2025, nilai anggaranya mencapai Rp.160,89 miliar.
Sebanyak 248 paket dapat diselesaikan tepat waktu dan sudah di PHO (provisional hand over).
Anggaran yang telah digelontorkan untuk membayar pekerjaan para rekanan yang telah menunaikan tanggungjawabnya mencapai Rp.155,23 miliar.
Menariknya, dari 290 paket pekerjaan jalan yang dilaksanakan Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Banggai ada 2 paket pekerjaan rekonstruksi jalan di ruas Siuna – Matanyo dan ruas Salodik – Lumba-lumba, yang terlambat.
Pemicunya, bukan karena rekanan lalai atau kurang profesional yang membuat pekerjaan tidak tuntas tepat waktu.
Disebabkan, limit waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan sangat pendek.
Penetapan pemenang tender telat.
Pengumuman lelang baru terjadi di pertengahan Oktober 2025.
“Efektifnya, rekanan baru bisa bekerja pada November 2025. Jika lebih awal tentu akhir Desember pekerjaan sudah rampung,” jelas sumber Luwuk Times.
Hasil pantauan, pekerjaan rekonstruksi jalan untuk ruas Salodik – Lumba-lumba, Kecamatan Luwuk Utara dengan pelaksana CV Alinta Raya, sudah hampir rampung, sebagian besar sudah diaspal.
Pekerjaan yang perlu dirapikan adalah pada tanjakan Lumba-lumba.
Sementara untuk pekerjaan ruas Siuna – Matanyo, Kecamatan Pagimana, yang dilaksanakan CV Two Id Cons.
Pekerjaan base jalan sudah rampung. Demikian pula pekerjaan lain. Pekerjaan yang tersisa tinggal pengaspalan.
Menjawab pertanyaan, Munfarid Arifat, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek jalan dinas PUPR Banggai, menuturkan, untuk pekerjaan rekonstruksi jalan ruas Salodik – Lumba-lumba telah rampung 100 persen.
Sementara untuk ruas Siuna – Matanyo, bobotnya sudah 50 persen lebih.
Pekerjaan base jalan sudah rampung. Yang tertinggal hanya pekerjaan pengaspalan.
“In Syah Allah, Minggu ini bisa selesai,” tegas Munfarid optimis.
Disinggung soal keterlambatan?
Kepada rekanan yang pekerjaan belum tuntas, masih kami berikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontra yang mereka tandatangani.
“Mereka kami beri tambahan 50 hari lagi. Meski ada perpanjangan waktu, kepada rekanan yang terlambat tetap dijatuhi sanksi berupa denda. Adapun besaran denda ditetapkan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Munfarid.
Onal, kontraktor pelaksana rekonstruksi jalan Siuna – Matanyo, ketika dikonfirmasi soal keterlambatan, tidak menampik.
Menurut Onal selaku penanggungjawab, pekerjaan jadi molor dan terlambat dikarenakan pada akhir tahun terjadi kekosongan aspal.
“Alhamdulillah, hari ini aspal sudah ada, sudah dibeli, kini dalam perjalan. In sya Allah, Minggu ini sudah bisa diaspal,” katanya.
Sejatinya, kata Onal, jika
aspal tersedia pekerjaan tidak butuh waktu lama, cukup 3 – 4 hari pekerjaan akan selesai, kata Onal optimis.
“Kami akan pacu pekerjaan secepatnya. Sebab kalau terlalu lama tentu dendanya akan makin besar,” tukas Onal. *















