Angin sepoi-sepoi berembus lembut menghantam tepian pesisir Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan. Di salah satu sudutnya, Warung Makan Kadompe tampak meriah pada Senin siang (03/08/2026).
Sofyan Labolo – Luwuk Times
AROMA khas bakaran rahang tuna yang gurih menggugah selera siapa saja yang melintas, tak terkecuali orang nomor satu di Kabupaten Banggai, H. Amirudin, yang memanjakan lidahnya di tempat tersebut.
Namun, suasana sekitar pukul 12.35 WITA mendadak semakin hangat ketika sesosok tokoh akademisi nasional, Prof. DR. Muhadam Labolo, melangkahkan kaki memasuki warung.
Momen hangat tercipta tatkala Prof. Muhadam berpapasan dan saling berjabat tangan erat dengan Bupati Amirudin yang baru saja menyelesaikan makan siangnya.
Tak berselang lama setelah Prof. Muhadam dan rombongannya mengambil tempat duduk, meja makan itu perlahan berubah menjadi ‘magnet’.
Satu demi satu tamu berdatangan, bergabung dalam satu lingkaran, mencairkan suasana dengan tawa dan obrolan hangat sembari menunggu hidangan rahang tuna tersaji.
Lantas, siapakah sejatinya rombongan yang tampak begitu erat dan akrab ini?
Mereka adalah para purna bakti dan kader Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK).
Sebuah himpunan alumni pencetak kader pemerintahan yang rekam jejaknya membentang panjang dalam sejarah birokrasi Indonesia.
Mulai dari era Kursus Dinas Candi (KDC), berlanjut ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang dulunya tersebar di berbagai daerah, hingga disatukan menjadi APDN Nasional di Jatinangor.
Lembaga ini kemudian bertransformasi menjadi STPDN, dan kini menjelma sebagai Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan kampus utama di Jatinangor serta beberapa kampus regional di penjuru Tanah Air.
Kini, para alumninya tersebar dan berkiprah aktif memegang berbagai posisi strategis, mewarnai roda pemerintahan dari tingkat pusat hingga ke daerah.
Jiwa Korsa dan Tradisi Keakraban Sejati
Di balik riuk rendah obrolan di Warung Kadompe siang itu, terpancar tiga nilai fundamental yang menjadi nilai tawar utama para alumni pamong praja:
Senioritas yang Humanis. Hirarki dan nilai senioritas dari kawah candradimuka pendidikan tidak menguap saat terjun ke dunia kerja. Panggilan khas “Kak” dan “Adik” tetap melekat erat, menjadi jembatan penghubung antar-generasi.
Keakraban Tanpa Batas (Jiwa Korsa). Lintas angkatan dan lintas daerah bukan penghalang. Baik saling mengenal sebelumnya atau tidak, pertemuan antar-alumni selalu menyalakan kembali ikatan korsa sejati sebagaimana terbukti di meja makan Kadompe kemarin.
Menjaga Marwah Lembaga. Komitmen bersama untuk selalu menjaga integritas dan kehormatan almamater di manapun mereka bertugas.
Daftar Rombongan IKAPTK yang Hadir
Pertemuan penuh kehangatan tersebut dihadiri oleh jajaran alumni lintas angkatan, di antaranya:
Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si (Angkatan 04)
Dr. Agus Supriadi Harahap, M.Si (Angkatan 03)
Sutiyo, S.STP, M.Si, Ph.D (Angkatan 11)
Adfin Rochmad Baidhowah, S.IP, MA (Angkatan 21)
Faisal L. Sahal, S.STP, M.A.P (Angkatan 21)
Drs. Subhan Lanusi, M.Si (Angkatan 04)
Drs. Jairudin (Angkatan 04)
Drs. Ramlan, M.Si (Angkatan 03)
Drs. Alfian Djibran, MM., MH. (APDN 22)
Drs. Muhajir (Angkatan 03)
Andi Nur Syamsi, S.STP., M.Si. (Angkatan 14)
Ronal Putje, S.STP., M.Si. (Angkatan 18)
Siang itu, di tepi pantai Maahas, aroma rahang tuna Kadompe tak hanya memuaskan lapar.
Akan etapi juga menjadi saksi mewujudnya kembali persaudaraan sejati para pamong praja di Tanah Banggai. *

